JAKARTA – Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana geologi  selama tahun 2016 terjadi 5.578 gempabumi atau rata-rata 460 gempa setiap bulan, dan 12 gempa diantaranya merusak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan kekuatannya terdapat 181 kali gempa di atas M 5, 10 kali  gempa dengan kekuatan M 6-6,9 dan 1 kali  gempa berkekuatan M 7,8 (pada 2/3/2016).

Data BNPB menyebutkan, gempa paling merusak adalah gempa Pidie Jaya M 6,5 pada (7/12/2016) yang menyebabkan 103 jiwa meninggal dunia, 267 jiwa luka berat, 127 jiwa luka berat, 91.267 jiwa mengungsi, 2.357 rumah rusak berat, 5.291 rumah rusak sedang, 4.184 rumah rusak ringan dan kerusakan lainnya.

Kejadian gempa M 7,8 dan tsunami kecil terjadi pada (2/3/2016) memberikan pembelajaran bahwa peringatan dini sudah berjalan dengan baik. Namun masih ada masalah di hilirnya yaitu respon Pemda dan masyarakat saat terjadi peringatan dini tsunami.

Sedangkan untuk bencana letusan gunungapi. Hingga saat ini terdapat 16 gunung api aktif dari 127 gunung api yang statusnya di atas normal. 1 status Awas (level 4) dan 15 status Waspada (level 2). Sistem peringatan dini gunung api berjalan dengan baik.

Selama tahun 2016, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara terus meletus. Sejak 2/6/2015 hingga sekarang status Awas (level 4) Gunung Sinabung. Aktivitas masih tinggi, hampir setiap hari meletus dan diikuti luncuran awan panas. Kawasan Rawan Bencana terus bertambah luas sehingga jumlah warga yang harus direlokasi juga bertambah. Saat ini masih ada warga 9.319 jiwa dari 9 desa di sekitar Gunung Sinabung yang mengungsi Selain itu juga ada 4.967 jiwa warga dari 4 desa yang dalam persiapan relokasi mandiri.

Lebih jauh Sutopo mengingatkan, meningkatnya bencana tersebut tentu menuntut upaya pengurangan risiko bencana perlu ditingkatkan. “Budaya sadar bencana masih cukup rendah. Jutaan masyarakat Indonesia masih tinggal di daerah rawan bencana dengan tingkat mitigasi bencana yang rendah,” pungkas Sutopo. (asr)

Share

Video Popular