Dalam kehidupan ini segala bentuk benda yang berwujud walaupun dapat memuaskan kebutuhan jasmani manusia, tetapi tidak dapat abadi memuaskan kebutuhan rohani manusia.

Sebuah hati yang tidak ada kebaikan, walaupun menggunakan segara akal licik memperoleh segala harta, emas dan berlian serta segala benda berwujud yang berharga lainnya, tidak dapat mengisi kekosongan di dalam hati nurani manusia.

Ketulusan hati bagaikan emas, kebaikan bagaikan sebuah cahaya, hanya memiliki ketulusan dan kebaikan hati yang dapat menyinari jiwa dan kehidupan di sekeliling kita.

Ada seorang ayah ingin menguji kepintaran dan kebijaksanaan dari ketiga anaknya, dengan susah payah mencari sebuah cara.

Ia memberikan kepada ketiga anaknya masing-masing 100 dollar. Ia menginginkan anaknya dengan uang 100 dollar ini membeli barang yang terpikir oleh mereka masing-masing. Ia menginginkan mereka dengan barang yang dibeli itu dapat mengisi penuh sebuah gudang yang luasnya 100 meter persegi.

Anak sulungnya setelah berpikir lama, pergi membeli jerami yang dianggapnya paling murah, dengan uang 100 dollar ini dia membeli jerami, tetapi gudang ini tidak penuh, hanya terisi kurang dari setengah gudang.

Anaknya yang kedua agak sedikit pintar, dengan uangnya yang 100 dollar seluruhnya dipakai membeli tissu toilet yang murah. Setelah itu dia membuka bungkusan tissu dan mengoyak-ngoyak tissu tersebut menjadi cabikan kecil. Ia berharap dapat memenuhi seluruh isi gudang tersebut.

Tetapi walaupun dia berusaha semaksimal mungkin mengoyak-ngoyak tissu itu akhirnya yang terisi hanya ¾ dari gudang tersebut.

Anak bungsunya setelah melihat kegagalan kedua abangnya, ia mengajak ayahnya memasuki gudang tersebut lalu menutup seluruh jendela dan pintu seluruh gudang itu. Keadaan di dalam gudang menjadi gelap gulita.

Pada saat itu, si bungsu dari kantong bajunya mengeluarkan sekotak korek api dan lilin-lilin yang juga seharga 100 dollar. Gudang yang gelap segera diterangi oleh cahaya lilin, walaupun tidak seberapa terang, tetapi keadaan segera berubah keadaan gudang sekarang berada dalam keadaan hangat dan nyaman.

Sebenarnya, belas kasih Sang Pencipta dan kebaikan hati manusia seperti cahaya lilin yang memancar di gudang yang gelap tersebut, walaupun dia tidak berwujud tetapi dapat menyinari seluruh ruangan.

Kasat mata manusia tidak dapat melihat dunia lain yang tidak terwujud, hanya berdasarkan hati sejati dan tulus yang dapat merasakannya.

Jika di dalam hati tidak ada kebaikan, bagaikan berjalan di malam yang gelap gulita, walaupun menggunakan harta berharga yang seberapa besarpun, hanya dapat berjalan di kegelapan. Tidak dapat menyaksikan pancaran terang sejati dari kehidupan ini. (erabaru.net/ch/dpr)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular