- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Minum Terlalu Banyak Air Bisa Keracunan, Sehari Minum Berapa Banyak Air Baru Bisa Sehat?

Dalam pengetahuan umum, setiap orang harus minum delapan gelas air sehari, tetapi minum begitu banyak air apakah benar-benar baik untuk kita? Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa minum terlalu banyak air dapat menyebabkan keracunan air yang berpotensi fatal. penelitian ini menentang “pengetahuan umum”bahwa satu hari harus minum delapan gelas air untuk menjadi sehat.

Asupan air yang tepat, tubuh dapat mempertahankan metabolisme dasar untuk mempertahankan fungsi normal dari stabilitas kardiovaskular, mempromosikan detoksifikasi tubuh. Minum terlalu sedikit air dan kelebihan air, tidak kondusif untuk kesehatan.

Menurut situs “Science Daily” melaporkan bahwa penelitian yang dipimpin oleh Monash University di Melbourne, untuk pertama kalinya mengungkapkan pengaturan tubuh mekanisme asupan cairan. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum terlalu banyak air akan menghambat aktivasi mekanisme menelan di otak, sekali berada di luar mekanisme penghambatan ini, akan menghadapi risiko keracunan air, secara medis sering disebut sebagai”hiponatremia.”

Minum terlalu banyak air refleks menelan mengalami penghambatan

Dr. Michael Farrell, kepala peneliti di Monash University mengatakan: “Menurut tubuh membutuhkan air untuk minum adalah cara yang benar, ketika merasa haus untuk minum air, adalah lebih sehat daripada minum sesuai dengan jadwal minum.”

Berdasarkan penelitian sebelumnya, para peneliti meminta peserta untuk minum di bawah dua kondisi, satu adalah setelah latihan, ketika mereka merasa haus untuk minum air, kemudian peserta dibujuk untuk minum terlalu banyak air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah minum berlebihan mekanisme menelan di otak beban kerjanya meningkat tiga kali lipat.

Penelitian ini menemukan bahwa setelah minum terlalu banyak air dibutuhkan tenaga besar untuk menelan, yang berarti bahwa tubuh harus mengatasi beberapa hambatan. Farrell mengatakan: “Hal ini konsisten dengan pandangan kami, minum berlebihan, mekanisme menelan diotak mengalami penghambatan.

Farrell yang bertugas di Medical Imaging dan Ilmu Radiasi di Monash University, ia menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk mengukur aktivitas dari berbagai bagian dari otak, mekanisme menelan di otak mengalami penghambatan dalam jangka pendek.

Scan menunjukkan bahwa ketika peserta minum kelebihan air, daerah frontal otak lebih aktif dbandingkan dengan biasanya. Para peneliti percaya bahwa ketika keterlibatan lobus frontal luar mekanisme menelan, sehingga membuat orang dapat mencapai perilaku minum.

Farrell mengatakan, “ada beberapa pelari maraton mengalami kasus kematian setelah minum terlalu banyak air, itu karena mereka membabi buta mengikuti rekomendasi harus minum banyak air, dan akhirnya jauh melampaui asupan air yang dibutuhkan tubuh.”

Minum terlalu banyak air menyebabkan tubuh beresiko keracunan air, atau hiponatremia, ketika kadar natrium darah menjadi sangat rendah, itu dapat menyebabkan mengantuk dan mual, dan bahkan kejang-kejang dan gejala koma.

Tapi Farrell juga mengatakan bahwa orang tua sering kekurangan air, mereka harus memperhatikan jumlah asupan air.

Penelitian ini dipublikasikan di National Academy of Sciences AS.

Setiap hari harus minum berapa banyak air

Di Amerika Serikat, segelas air 236,588 ml, Kanada adalah 227 ml. Metrik 1 cangkir air 250 ml. Jadi delapan gelas air sekitar 1800-2000 ml.

Jadi minum terlalu banyak air apakah akan menyebabkan apa yang disebut keracunan air? Dokter mengatakan asupan air harus bervariasi menurut umur, ukuran, jenis kelamin, berat badan, kondisi fisik masing-masing orang, yang paling penting, juga mempertimbangkan fungsi ginjal atau penyakit lainnya.

Di bawah metabolisme normal, urine setiap hari harus setidaknya 1000 ml, supaya bisa mengekredisi sampah yang dihasilkan pada hari tersebut.

Satu hari seharusnya minum berapa banyak air? Central News Agency melaporkan bahwa Departemen Kesehatan dan Rumah Sakit Kesejahteraan, Taichung, Taiwan dokter nephrologists Huang Jiahong mengatakan bahwa secara umum, konsentrasi urin semakin cair semakin bagus, yaitu, warna lebih terang lebih baik, tetapi jika Anda menderita penyakit jantung, ginjal, hati atau penyakit kronis lainnya, asupan air harus dilakukan untuk menyesuaikan diri sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan gejala yang terkait.

Huang Jiahong menjelaskan, jika muncul gejala edema bagian tubuh bawah atau sesak nafas sementara maka Anda harus mengurangi asupan garam dan air, jika terjadi hidrosefalus cardiopulmonary, atau bahkan asupan air setiap hari harus dikendalikan hanya dalam 500ml. Oleh karena itu, jika dalam situasi sakit, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan apakah akan menambah atau mengurangi jumlah air.

Huang Jiahong juga memperingatkan bahwa pasien dengan fungsi ginjalnya buruk atau dialysis, karena fungsi ginjal filtrasi glomerulus memburuk, jumlah air dapat diolah berkurang, komponen asupan air juga harus lebih berhati-hati.