Tidur sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental, serta kualitas hidup. 3 persen populasi secara genetik diprogram untuk berfungsi dengan waktu tidur kurang dari enam jam secara teratur, sisanya membutuhkan sekitar 7,5 jam tidur semalam. Tetapi apa yang menentukan kita tidur lebih awal atau larut malam?

Apa yang terjadi ketika kita tidur?

Dalam tidur selama 7,5 jam, rata-rata orang akan menyelesaikan lima siklus tidur selama 90 menit.

Beberapa siklus pertama berkonsentrasi pada membersihkan dan memelihara tubuh, jantung dan otak. Otak kemudian menyimpan informasi yang diambil di siang hari untuk meneguhkan pengetahuan dan pembelajaran kita.

Kemudian, siklus REM (rapid eye movement) memungkinkan otak untuk bermain-secara kreatif menggabungkan informasi dan ide yang tidak berhubungan (disebut abstraksi), dan menargetkan memori, plastisitas (kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf) dan membangun otak baru (neurogenesis).

Jam tubuh internal diatur melalui kombinasi biologi (alam), paparan cahaya dan penjadwalan sosial (faktor kepribadian mengenai kekuatan lingkungan yang mengatur perkembangan manusia).

Secara biologis, orang duduk di kurva lonceng “pagi dan senja”. Sekitar 10 persen populasi adalah orang yang beraktivitas di pagi hari, dan 20 persen populasi adalah orang yang beraktivitas di malam hari.

Cahaya merangsang hormon melatonin di pagi hari dan tiadanya cahaya di malam hari, yang mengarah ke perubahan tingkat energi, rasa lapar, respons stres, suhu tubuh dan hormon stres kortisol.

Sementara beberapa preferensi kami diberi program untuk pergi tidur lebih awal atau larut, tindakan kita juga dapat mempengaruhi pola kita.

Orang yang tidur lebih awal secara konsisten melaporkan tingkat kebahagiaan, kesehatan, produktivitas dan kesejahteraan yang lebih tinggi, kurang stres dan depresi dibandingkan dengan orang yang rajin begadang.

Satu teori adalah orang yang tidur lebih awal memiliki perasaan yang lebih besar terhadap pilihan dan kendali selama pagi hari karena ia bangun sebelum harus buru-buru untuk pergi bekerja atau mulai sekolah. Ia masih memiliki waktu untuk bersantai, makan, kerja (tanpa gangguan) atau berolahraga.

Latihan fisik lebih sering dilakukan oleh orang yang rajin tidur lebih awal. Tetapi yang menarik, semakin rajin orang yang rajin begadang melakukan latihan fisik, maka semakin sedikit perbedaan dalam tingkat stres, depresi dan kesejahteraan antara orang yang tidur lebih awal dengan orang yang rajin begadang.

Beberapa riset di Jerman juga menemukan perbedaan struktural dalam otak orang yang rajin begadang. Orang yang tidur larut malam lebih cenderung memiliki kelainan pada materi putih otaknya, yang terkait dengan depresi.

Meskipun orang yang rajin begadang secara konsisten melaporkan kesejahteraan yang lebih rendah, stres yang lebih tinggi dan aktivitas fisik yang lebih rendah, penelitian secara rutin menggambarkan orang yang rajin begadang adalah lebih cerdas, lebih senang jalan-jalan, humoris dan lebih kreatif dibandingkan dengan orang yang tidur lebih awal.

Jet lag sosial adalah salah satu efek dari penjadwalan sosial yang ketat. Kinerja menurun ketika orang dipaksa untuk tidak tidur secara optimal, yang menyebabkan pergeseran antara waktu bangun alami dengan aktivitas sosial yang rutin.

Orang yang begadang menderita jet lag sosial di sebagian besar negara yang mendukung ketepatan waktu dan waktu mulai yang lebih dini—dan orang yang tidur lebih awal menderita jet lag sosial di negara yang orang-orangnya selalu telat. Hal ini memiliki beberapa konsekuensi.

Pada remaja, pergeseran alami menjadi waktu bangun tidur yang lebih telat berarti terjadi kurang tidur tingkat rendah yang konstan pada masa remaja, yang mengakibatkan hasil ujian lebih buruk bila ujian berlangsung di pagi hari dan tidak mengolah informasi dengan baik. Perbedaan ini menghilang selama periode ujian tanpa kelas terstruktur karena remaja secara alami mengubah siklus tidurnya.

Orang dewasa yang tidur lebih awal cocok untuk bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore setiap hari, sedangkan orang yang begadang sering tidak sinkron bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore setiap hari dan tidak bekerja dengan baik sesuai struktur perusahaan. Organisasi kreatif menunjang aktivitas orang yang begadang.

Adalah sulit untuk beradaptasi dengan perubahan waktu biologis jangka pendek atau jangka panjang. Itu sebabnya pekerja shift mengalami penyimpangan memori, kecepatan pemrosesan dan kapasitas kognitif dari waktu ke waktu.

Jika Anda berada di waktu tidur yang salah, salah satu cara untuk mengubah jam biologis tubuh adalah melalui paparan terhadap sinar Matahari. Melatonin mengatur ketika Anda siap untuk tidur dan bangun, dan hal ini dipengaruhi oleh komposisi cahaya alami yang berubah sepanjang hari.

Kita menjadi selaras dengan melatonin, sehingga untuk menggeser waktu bangun menjadi bangun lebih awal, maka paparkan mata Anda terhadap sinar Matahari segera setelah bangun tidur (selama setengah jam, jika mungkin). Hal ini akan menyebabkan “setting ulang” pengeluaran melatonin sepanjang waktu.

Sayangnya, pencahayaan buatan – dan terutama cahaya biru dari layar genggam yang berjarak dekat dengan wajah – akan menunda pengeluaran melatonin. Jadi berhenti memegang gadget dua jam sebelum tidur, dan mengadopsi tidur dan bangun yang rutin.

Otak mencintai pola dan akan mengadopsi kebiasaan baru selama beberapa minggu jika Anda menaatinya -bahkan pada akhir pekan.(Epochtimes/ Fiona Kerr/Vivi)

Fiona Kerr, Spesialis kompleksitas sistem saraf, Fakultas Profesi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adelaide, Australia.

Share

Video Popular