BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi memberikan laporannnya terkait gempa bumi di Tenggara Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Selasa (3/1/2017).

Menurut BMKG, gempa terjadi pukul 04:02:25 WIB di pusat pada koordinat 8.88°LS dan 108.72°BT, dengan magnitudo 5,1 SR pada kedalaman 10 km, pada jarak 133 km tenggara Pangandaran, Jawa Barat.

Data PVMBG menyebutkan, sumber gempa bumi terletak di laut. Sedangkan pada daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi sebagian besar tersusun oleh endapan Aluvium dan endapan gunungapi Kuarter.

Pada daerah yang disusun oleh endapan aluvium, dan endapan Gunungapi Kuarter diperkirakan goncangan gempabumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.

Berdasarkan posisi pusat gempabumi dan kedalaman, maka penyebab gempabumi ini adalah akibat aktivitas subduksi antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Indo – Australia. “Gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik dengan Strike 297, Dip 22, dan Rake 106 berdasarkan mekanisme fokal dari GFZ Potsdam,” tulis laporan PVMBG.

PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. “Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami,” imbau PVMBG.

Meski demikian, masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. PVMBG mengaskan gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami. (asr)

 

Share

Video Popular