JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menanggapi dengan beredarnya isu di media sosial terkait kehalalan penyedap rasa dan mie yang disebut menggunakan bahan tambahan berasal dari daging babi.

Badan POM menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi keamanan, manfaat, serta mutu obat dan makanan, termasuk semua bahan yang digunakan untuk pembuatannya, sebelum produk tersebut diberikan nomor izin edar Badan POM.

“Berdasarkan penelusuran data base produk halal LPPOM MUI, produk yang diisukan positif mengandung babi tersebut sudah tersertifikasi Halal MUI dan sertifikatnya masih berlaku,” jelas Biro Hukum dan Pers, Badan POM Pusat, Rianti Anggriani dalam penjelasan info publik dilansir, Selasa (3/1/2017).

Menurut dia, berdasarkan informasi dari Wakil Direktur LPPOM MUI Pusat yang sudah melakukan konfirmasi langsung ke salah satu pengurus Pondok Wali Barokah Kediri, bahwa Pondok Wali Barokah tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut.

BPOM menegaskan sesuai Peraturan Kepala Badan POM No. 03.1.23.06.10.5166 Tahun 2010 tentang Pencantuman Informasi Asal Bahan Tertentu, Kandungan Alkohol, dan Batas Kedaluwarsa pada Penandaan/Label Obat, Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Pangan, apabila produk obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi, maka harus mencantumkan tanda khusus untuk menginformasikan bahwa produk tersebut mengandung babi dan/atau pada  proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi.

Menurut Rianti, Badan POM senantiasa melakukan pengawasan intensif terhadap kesesuaian pelabelan  Produk Pangan Berlabel Halal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Produk-produk yang disebutkan dalam isu tersebut telah terdaftar di Badan POM sehingga memenuhi  standar keamanan dan mutu.

Tak hanya itu, seluruh masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dijamin kebenarannya. “Produk yang telah tersertifikat halal dapat dicek melalui situs resmi MUI di www.halalmui.org, sedangkan status izin edar produk dapat dicek melalui situs resmi Badan POM di www.pom.go.id dan aplikasi mobile phone Data Produk Teregistrasi Badan POM,” tulis Rianti. (asr)

Share

Video Popular