JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) masing-masing sebesar 3,02 persen.

Melansir data BPS, Selasa (3/1/2017) sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami inflasi yakni kelompok bahan makanan sebesar 5,69 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 5,38 persen.

Kelompok lainnya penyumbang inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebsar 1,90 persen, kelompok sandang sebesar 3,05 persen, kelompok kesehatan sebesar 3,92 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,73 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah yaitu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,72 persen.

Data BPS merilis jika dilihat dari peyumbang inflasi selama 2016 lebih dominan kelompok bahan makanan sebesar 1,21 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,91 persen,

Kelompok yang berperan andil lainnya adalah kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar dan gas sebesar 0,46 persen, kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga 0,21 persen. Sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan deflasi 0,14 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi selama 2016 adalah cabai merah 0,35 persen, rokok kretek filter 0,18 persen, bawang merah 0,17 persen, tarif angkutan udara 0,13 persen, bawang putih 0,11 persen.

Komoditas lainnya yang turut menyumbang secara andil terhadap inflasi adalah tarif pulsa ponsel 0,10 persen, ikan segar, rokok kretek, tarif kontrak rumah dan tarif sewa rumah masing-masing 0,09 persen, nasi dengan lauk pauk 0,08 persen, cabai rawit dan emas perhiasan masing-masing 0,07 persen.

Ditambah dengan komoditas lainnya minyak goreng, gula pasir, rokok putih, upah tukang bukan mandor, tarif listrik, dan mobil masing-masing sebesar 0,06 persen serta kentang sebesar 0,04 persen. (asr)

Share

Video Popular