Oleh Zhengjian

Pemikiran-pemikiran baru yang menumbangkan pemahaman lama akan terus bermunculan. Pemikiran baru tentang lubang hitam di alam semesta menunjukkan bahwa alam hidup kita yang katanya 3 dimensi itu mungkin cuma sebuah khayalan belaka, jangan-jangan eksistensi dari kebenaran mutlak itu justru tersimpan di permukaan alam semesta yang 2 dimensi.

Dengan kata lain, segala sesuatu yang berada di alam semesta ini, dari planet sampai manusia, bahkan ruang itu sendiri, hanya merupakan pantulan informasi-informasi yang tersimpan di permukaan 2 dimensi alam semesta. Jadi, segala sesuatu yang kita alami dalam dunia nyata ini, tidak berbeda dengan gambaran yang dipantulkan saat kita sedang melihat sebuah hologram.

Inlah pemahaman-pemahaman tentang dimensi ruang di alam semesta yang dimiliki ilmiah modern. Anda dapat melihat bahwa meskipun ruang berada di mana-mana, tetapi ilmu pengetahuan modern sampai sekarang masih belum benar-benar memahaminya.

Seorang sastrawan jaman Dinasti Song, Su Dongpo pernah menulis sebuah pepatah yang menggambarkan bahwa seseorang yang sedang berada di Gunung Lu, hanya mampu merasakan eksistensinya dari gunung tersebut tetapi tidak mampu melihat wajah gunung Lu itu secara utuh.

Mungkin pepatah tersebut yang paling cocok untuk menggambarkan kondisi manusia dalam memahami ruang dimensi yang kita huni ini. Manusia tidak pernah bisa benar-benar memahami definisi ruang alam semesta karena manusia sendiri berada di dalamnya.

Buddha Sakyamuni pada 2.000 tahun silam pernah memberitakan kepada murid-muridnya bahwa segala sesuatu yang berada di dunia ini adalah ilusi. Kosmologi modern juga mengakui bahwa ruang 3 dimensi yang kita huni saat ini hampir tidak berbeda dengan ilustrasi gambar yang muncul dari hologram.

Tampaknya jarak antara ilmiah modern dengan Dharma sudah semakin dekat karena anggapan bahwa ilmu pengetahuan sudah semakin maju. Namun, Albert Einstein pernah berkata seperti ini, “Jika di masa mendatang ada cara pendekatan lain yang mampu menggantikan teori-teori ilmu pengetahuan, itu pasti adalah Dharma, karena Dharma-lah yang lebih menyeluruh dan yang paling mendekati kesempurnaan.”

Falun Dafa adalah hukum dasar alam semesta, mengungkap banyak misteri tentang alam semesta. Guru Li Hongzhi kepada murid-muridnya mengatakan, “Fa kita ini telah mengutarakan kebenaran alam semesta, yang tidak pernah diutarakan oleh seseorang sejak terciptanya langit dan bumi”. (Ceramah Fa pada Konferensi Para Pembimbing di Changchun, Li Hongzhi, 26 Juli 1998).

Melalui uraian terkait masalah alam semesta dalam ceramah Guru Li Hongzhi, kita bisa melihat bayangan yang nyata dari ruang alam semesta. Membuat kita lebih mengerti alasan mengapa ilmu pengetahuan modern sulit untuk benar-benar memahaminya.

“Perihal ruang dimensi, kita melihat bahwa ruang dimensi adalah sangat rumit. Kita umat manusia hanya tahu ruang dimensi tempat umat manusia sekarang ini berada, sedang ruang dimensi lain kita belum mampu mendeteksi keberadaannya. Tentang ruang dimensi lain; para master Qigong telah melihat adanya beberapa puluh tingkat ruang, secara teori juga dapat dijelaskan, tetapi belum mampu dibuktikan secara ilmiah”. (Falun Gong, Li Hongzhi, April 1993).

“Saya telah memberitahu kepada anda tentang susunan dari dimensi. Sebagai contoh, materi terkomposisi dari molekul dan partikel yang lebih mikroskopis. Dimensi yang kita ketahui juga terkomposisi dari partikel ini. Partikel yang telah diketahui oleh ilmu pengetahuan sekarang ada molekul, atom, inti atom, neutron, dan elektron; dan kemudian masih ada quark dan neutrino. Selanjutnya lagi ilmu pengetahuan sekarang sudah tidak mampu mengetahuinya adalah apa. Jadi yang saya katakan adalah, tingkat alam yang ada partikel seperti demikian dalam setiap tingkat, kami menyebut ia sebagai permukaan dari tingkat itu. Sebenarnya tersebarnya partikel bukan hanya pada sebuah permukaan saja, malahan, di dalam tingkatan tertentu, tidak ada tempat yang tidak ada, bukan eksis pada permukaan. Umat manusia tidak mempunyai istilah untuk itu, jadi kita terpaksa sebut saja sebuah permukaan, hanya dapat melukiskan seperti demikian. Tepat di tengah tingkat alam itu, di tengah tingkat alam lapisan partikel itu ia terbentuk satu dimensi. Di antara partikel merupakan dimensi, dan di bagian dalam partikel itu sendiri juga merupakan dimensi. Dan lagi partikel dapat bergabung menjadi partikel dengan ukuran yang berbeda. Kemudian, di antara partikel dengan ukuran yang berbeda yang tersusun oleh sekelompok partikel adalah dimensi juga. Ini adalah konsep dimensi yang sudah saya jelaskan dahulu”. (Ceramah Fa di San Francisco, Li Hongzhi, 6 April 1997)

“Kita tahu di dalam atom ada inti atom dan elektron. Bentuk elektron bergerak mengitari inti atom bukankah sama seperti bentuk planet bumi kita ini beserta beberapa planet besar berputar mengitari matahari? Anda jangan melihat dia itu kecil, partikel meskipun mikroskopis, namun bidang tingkatannya mungkin lebih besar, dengan kata lain volume keseluruhannya sangat besar. Seumpama melihat manusia, hanya dengan melihat satu partikel molekul dari manusia tentu tidak dapat melihat seseorang, bila dapat melihat satu tingkat partikel seutuhnya yang membentuk permukaan tubuh manusia barulah dapat melihat seseorang. Seandainya dapat menggunakan mikroskop yang berdaya kelipatan tinggi dengan sudut ekstra lebar untuk memperbesar atom hingga sebesar bumi ini, coba lihat di atasnya ada seberapa banyak makhluk hidup, tentu saja sekarang manusia tidak mampu melakukannya, setelah melihatnya anda akan menemukan bahwa itu adalah suatu pemandangan yang lain, bagi kehidupan bersangkutan itu juga merupakan dunia yang luas”. (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Houston, Li Hongzhi, 12 Oktober 1996).

Tidak hanya dimensi ruang antar molekul dengan atom, antara atom dengan kuark, antar kuark dengan neutrino, bahkan ruang di antara materi yang lebih mikroslopik pun sudah eksis secara serempak dengan ruang dimensi alam semesta kita. “Manusia tidak merasakan perbedaan ruang ini, dengan sekejab langsung telah masuk, selisihnya dengan ruang waktu kita, tidak dapat dinyatakan dengan jarak perjalanan, jarak sejauh ratusan ribu kilometer, jika di sini hanya sekelumit, artinya mereka eksis serentak dalam waktu dan tempat yang sama”. (Falun Gong, Li Hongzhi, April 1993)

“Segala macam benda termasuk tubuh manusia adalah eksis secara serempak dengan tingkatan ruang dimensi dari ruang alam semesta, dan saling berhubungan. Ilmu fisika modern kita dalam riset partikel materi, hanya menyelidiki satu partikel saja, untuk dianalisa, dibelah, setelah inti atom terbelah lalu dipelajari lagi elemennya. Sekiranya ada sebuah instrumen yang dapat digunakan, untuk melihat pada suatu tingkat, yakni manifestasi seutuhnya dari elemen atom atau elemen molekul yang ada pada tingkat itu, bila pemandangan ini dapat dilihat, berarti anda telah menerobos ruang dimensi ini, dan telah melihat wujud tulen dari ruang dimensi lain”.  (Zhuan Falun, Li Hongzhi).

(Zhengjian/Sinatra/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular