Pasangan hidup adalah orang yang berbuat bajik kepada kita, anak perempuan adalah kerabat (karena anak perempuan paling dekat dengan ibu, jadi bagaimanapun juga pasti akan teringat dengan ibunya) menantu (laki-laki) seperti budak/pesuruh, anak laki-laki seperti orang yang lewat (karena laki-laki sudah punya isteri, jadi hanya fokus pada isteri), menantu (perempuan) layaknya musuh (antara mertua-menantu), cucu adalah leluhur. Sudah seyogianya kita berterimakasih kepada orang yang baik kepada kita, bergantung pada kerabat, memerintah pesuruh, membujuk musuh kita, menjilat (mengambil hati) lawan kita, merawat leluhur kita.

Dalam perjalanan hidup kita, tak ada keberhasilan terbesar daripada kesuksesan perkawinan ; Tak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada kebahagiaan keluarga ; Tak ada kasih sayang terbesar (antar keluarga) daripaa kasih sayang antara suami–isteri ; Tak ada komunikasi yang paling penting daripada komunikasi antara suami-istri ; Pemahaman yang paling penting adalah pengertian antara suami-isteri ; Tak ada toleran yang paling berharga daripada toleransi antara suami-isteri ; Kesabaran yang paling efektif adalah kesabaran antara suami-isteri ; Perhatian yang paling tidak dapat diabaikan adalah perhatian antara suami-isteri.

Namun, setelah menikah, dimana seiring dengan kompleksnya hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari, pasti tak terhindarkan akan terjadi konflik, dan lama kelamaan, akan merasa isteri saya tidak secantik wanita lain, ada juga laki-laki, dimana ketika sudah punya nama (terkenal) dan uang, lantas memilih meninggalkan isteri, lalu mencari pihak ketiga (selingkuh), kemudian mengalihkan tatapannya ke wanita lain yang lebih muda dan cantik !

Hanya karena dia cantik dan lebih muda? Lalu bagaimana dengan isteri Anda, pernahkah Anda pikirkan ? Dia (isteri) juga pernah muda, cantik. Demi hidup, demi Anda, dia telah mengorbankan segalanya. Wahai kau kaum pria, tolong jangan tanya kemanakah raut wajah cantiknya wanitamu itu, tapi palingkanlah kepalamu dan lihatlah anak-anakmu. Karena ia telah menjadi ibu dari anak-anakmu, tolong jangan tanya kemanakah wajah cantiknya itu, karena dia begitu yakin (tidak khawatir) ketika membiarkan Anda mencari nafkah di luar sana. Jangan menyalahkan ia tidak jalan-jalan di luar, jangan menyalahkannya tidak membeli pakaian bagus, jangan menyalahkannya dia kenapa selalu tampak sederhana (tidak merias diri agar tampak menarik), jangan menyalahkannya kenapa tidak secantik wanita lain, karena dia telah memberikan segalanya untuk keluarga, untuk anak-anak dan untukmu.

Ia melakukan segalanya dengan tulus dan tanpa pamrih untuk keluarga dan juga Anda, ia adalah wanita yang paling mencintai, memahami dan bersedia melakukan segalanya untukmu di dunia ini ; Ia adalah seorang wanita yang tidak ada hubungan darahnya sedikitpun dengan Anda, tapi mengkhawatirkan Anda yang belum pulang larut malam. Ketika Anda miskin, ia tidak memandang rendah padamu, tapi secara diam-diam menemanimu, memberikan dorongan semangat dan mendukung Anda sampai sukses ; Ketika anda sakit, ia akan menjaga di sisimu, menjagamu sepanjang malam, sampai Anda sembuh.

Isteri adalah sebuah rumah, sebuah dermaga yang bisa memberikan kenyamanan pada kegalauan Anda. Asmara apa pun tidak dapat dibandingkan dengan cinta sejati antara suami–isteri. Jadi hargai dan sayangilah isteri sendiri, luangkan sedikit waktu dan ruang untuk isteri Anda, jangan mengabaikan segala sesuatu yang dia lakukan untukmu, sebaiknya hargai dan syukuri begitu memiliki cinta sejati, jangan sampai kehilangan baru merasakan semua kebaikannya. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular