JAKARTA – Belum lama ini beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa kasus seorang pilot diduga mabuk, ternyata sebagai efek mengonsumsi tembakau gorila. BNN menjelaskan bahwa tembakau ini memberikan efek samping seperti mengonsumsi ganja.

Kepala Humas BNN, Slamet Pribadi menuturkan tembakau tersebut dikonsumsi seperti dianggap sebagai merokok. Kemudian setelah dihisap efeknya tembakau ini menyebar ke bagian paru-paru serta ke seluruh organ tubuh lainnya hingga ke otak dan membuat pengguna terdiam seperti ditimpa gorila.

“Salah satu efeknya yakni seseorang akan terlihat “ndomblong” tetapi di dalam dirinya terbayang jadi “sesuatu” misal superman dan lain sebagainya. Pada intinya pengonsumsi akan mengikuti apa “yang dirasakan,” katanya dalam keterangannya, Rabu (4/1/2017).

Menurut Slamet, efek samping penggunaan tembakau ini yaitu dimulai dari gangguan psikiatri seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide-ide bunuh diri, gejala-gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan. Di samping itu ditemukan pula beberapa kasus seperti stroke iskemik akibat SC, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut bahkan infark miokardium

Lebih jauh Slamet menuturkan tembakau dengan nama umum yang tampak keren gorila masuk dalam klasifikasi new psychoactive substances dengan nama AB-CHMINACA ini sebelumnya telah direlase BNN pada 25 Mei 2016.

Dalam release tersebut BNN menjelaskan bahwa zat AB-CHMINACA merupakan salah satu jenis  synthetic cannabinoid (SC). Meskipun demikian hingga saat ini zat tersebut belum masuk daftar lampiran UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), namun sejauh ini telah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kemenkes untuk masuk dalam Narkotika gol. I.

Berdasarkan World Drugs Report tahun 2014, UNODC mencatat bahwa peningkatan tren Synthetic Cannabinoid (SC) adalah 50% dari zat-zat baru yang terdeteksi. Dari jumlah tersebut beberapa jenis SC yang telah berhasil terdeteksi oleh BNN adalah JWH-018, XLR-11, 5-fluoro AKB 48, MAM 2201, FUB-144, AB-CHMINACA, AB-FUBINACA, dan CB-13. (asr)

Share

Video Popular