Sebuah desa bernama Oymyakon yang terletak di Siberia timur laut, Rusia ini dinobatkan sebagai desa paling dingin di dunia. Suhu minimum setempat pernah terdeteksi mencapai minus 71 derajat Celcius, sampai-sampai air panas yang dipercikkan ke udara pun seketika menjadi beku saking dinginnya.

Tapi, tidak cedikit centenarian yang berusia diatas 100 tahun. Centenarian tertua mencapai usia 120 tahun. Centenarian  adalah seseorang yang telah hidup atau diyakini berumur lebih dari 100 tahun.

Oymyakon, yang dikenal sebagai desa paling dingin di dunia ini, suhu terendahnya pernah terdeteksi mencapai minus 71,2 derajat Celcius. Sinar matahari pada siang hari hanya berlangsung 3 jam. Di desa ni, kaca akan retak, baterai cepat habis serta mobil tidak bisa menyala jika tanpa bantuan api unggun di bawah mesinnya.

Suhu ekstrim rendah di desa ini membuat buah-buahan membeku menjadi es, bahkan pisang atau jeruk dapat digunakan sebagai palu besi. Air panas yang dipercikkan ke udara seketika membeku menjadi kristal es. Panoramanya sungguh menakjuban seperti halusinasi bagaikan mimpi.

Meskipun desa Oymyakon adalah tempat yang paling dingin di dunia, tetapi pada Juli dan Agustus, suhu di desa ini akan menurun hingga 30 derajat Celcius, dan menjadikan tempat ini sebagai desa dengan perbedaan suhu terburuk di dunia.

Desa Oymyakon di bawah yurisdiksi Republik Sakha, terkenal karena adanya pemukiman manusia di daerah dengan suhu terendahnya. Konon katanya di masa lalu pernah menghasilkan emas, memproduksi emas lalu menjadi tempat pemukiman. Desa ini hanya dihuni sekitar 500 orang, yang hidup dengan beternak sapi perah, rusa kutub sebagai mata pencaharian pokok disamping berburu dan menangkap ikan.

Selain fasilitas berupa dua bandara, sekolah, teater, dan museum, hampir tidak ada fasilitas modern lainnya, sebagian besar keluarga masih mengandalkan batubara atau kayu bakar untuk menyalakan api untuk menghangatkan badan, memasak, karena dingin cuaca, sehinnga baterai menjadi rusak. Apalagi ponsel, komputer dan peralatan elektronik lainnya.

Meskipun cuaca di desa ini ekstrim dingin, tapi di sini terdapat air yang murni, udara dan makanan segar. Penduduk desa enggan untuk pindah, mereka tetap ulet dan gigih hidup di bawah hamparan salju yang dingin menusuk tulang. Hanya pada saat suhu dibawah minus 54 derajat, pihak sekolah baru akan menghentikan proses belajar mengajar.

Dan cuaca yang ekstrim ini, justru menjadi terkenal karena penduduk setempatnya yang panjang umur. Di desa ini ada banyak centenarian di atas usia 100 tahun, bahkan ada yang mencapai 120 tahun usianya. Konon katanya, di bawah suhu rendah minus 50 derajat, hampir semua virus tidak dapat bertahan hidup, dan penduduk di desa ini juga sangat jarang diserang flu atau penyakit menular. Mungkin inilah sebabnya mengapa penduduk desa Oymyakon ini rata-rata berumur panjang.

Menurut penuturan Dr. setempat seperti dilansir harian Spanyol “El Pais”, hanya bayi yang sangat kuat secara fisik di masa lalu itu baru dapat bertahan hidup bawah kondisi ekstrim, karena itu, sekarang banyak centenarian di atas usia 100 tahun yang hidup di desa ekstrim dingin ini.  (Epochtimes/Wang Ruo-yu/joni/rmat)

Share

Video Popular