Klarifikasi Menkopolhukam Terkait Pemutusan Kerjasama Militer RI-Australia

312
Logo surat Kemenkopolhukam

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengklarifikasi soal pemberitaan penghentian kerjasama militer antara pemerintah RI dengan Australia. Oleh karena, tak semua informasi yang beredar benar maka Wiranto menilai perlu menyampaikan penjelasan secara lengkap.

Menurut Wiranto, hal demikian disampaikanya setelah menerima laporan langusung dari Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI tentang permasalahan tersebut sebagaimana ramai diberitakan.

Wiranto menegaskan memang benar telah dilakukan pemutusan kerjasama dengan militer Australia tentang kerjasama progaram pelatihan bahasa pada satuan khusus Australia. Pemutusan ini diambil oleh Panglima TNI dikarenakan terjadi kasus yang menyinggung kehormatan bangsa Indonesia pada November 2016.

“Berarti bukan pemutusan kerjasama pertahanan secara menyeluruh seperti diberitakan banyak media akhir-akhir ini,” kata Wiranto dalam keterangan tertulisnya Kamis (5/1/2017).

Wiranto dalam keterangannya menyampaikan bahwa penghentian kerjasama tersebut hanya bersifat sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah pihak Australia telah melakukan langkah-langkah penyelesaian dair kasus yang terjadi.

Menurut Wiranto, masalah tersebut tak akan menggangug hubungan bilateral RI-Australia yang telah berlangsung dengan baik selama ini. Hal demikian juga disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada media.

Oleh karena itu, Wiranto berharapa setelah adanya penjelasan resmi dari Kemenkopolhukam maka diharapkan tak ada kesimpangsiuran berita terkait informasi pengehentian kerjasama militer RI dengan Australia.

“Penjelasan ini diharapkan tak ada pemberitaan di luar konteks yang justru membingungkan masyarakat dan mengganggu hubungan bilateral kedua negara,” jelasnya. (asr)