Oleh Zhengjian

Sampai saat ini komunitas ilmiah masih dibuat pusing oleh fenomena gravitasi. Meskipun mekanika Newton dapat secara akurasi menghitung besar kecilnya gravitasi, tetapi tidak mampu menjelaskan bagaimana gravitasi itu bisa terbentuk.

Albert Einstein menggunakan efek lengkungan ruang dan waktu untuk menjelaskan timbulnya gravitasi, tetapi itu sebenarnya tidak tepat. Ketika sebuah jiwa telah mengalami kenaikan tingkatan, maka karakteristik pada tingkatan itu sudah tidak lagi membatasinya, dan tampaknya fenomena gravitasi sudah menghilang atau mengecil. Misalnya, mengapa manusia di ruang dimensi ini bisa menginjak bumi dengan kedua kakinya dan tidak sampai melayang-layang di udara?

Secara ilmiah itu dijelaskan sebagai efek daya tarik bumi atau gravitasi, atau efek lekungan ruang dan waktu. Pada kenyataannya adalah tidak begitu, Falun Dafa memberitahu kepada kita bahwa kejadian itu merupakan peran yang dimainkan oleh karakteristik Sejati, Baik, Sabar dalam hubungan interaksinya antara materi tak terlihat dengan partikel-partikel yang memenuhi seluruh ruang di alam semesta ini.

“Ilmu pengetahuan mengira kehidupan manusia sekarang ini eksis di bumi, dapat berdiri di bumi tanpa jatuh ke udara, tidak jatuh ke bawah, karena di bumi ada gaya gravitasi. Sebenarnya kami menemukan hal tersebut bukanlah seperti teori “gravitasi universal” itu. Saya mengajarkan Fa bukan untuk didengar masyarakat manusia, adalah dibicarakan untuk pengikut saya yang Xiulian di sini, mengatakan pada kalian prinsip sebenarnya dari alam semesta, situasi sebenarnya dari kehidupan dan keberadaan materi. Di alam semesta ini, di sekeliling bumi, ada sebuah lingkungan materi yang sangat besar, sangat-sangat mikroskopis, terbentuk oleh kehidupan materi yang berlapis-lapis, membentuk sebuah lingkungan untuk manusia sehingga dapat hidup di sini. Dan juga masih ada air mikroskopis di tingkat berlainan yang tidak dapat anda lihat, menciptakan kepada anda berbagai faktor tak terhitung yang memungkinkan adanya eksistensi dari tanaman, hewan dan materi, dapat membuat manusia mempunyai kesempatan hidup di sini dan dapat hidup.

Ada sejenis materi yang dapat membuat orang berdiri di tanah secara vertikal, mencegah dia jatuh ke samping, ada semacam substansi seperti penekan, menekan manusia dan objek, mencegah mereka melayang naik; ada semacam substansi lain yang dapat menjamin otak dan organ lain manusia stabil secara keseluruhan. Otak dan organ tubuh anda yang lain bila tidak stabil, ketika anda berdiri normal, anda akan merasakan seperti terbaring; atau walau bagaimanapun tegaknya anda berdiri di sana, anda juga bisa merasakan sepertinya anda tidak dapat berdiri tegak…..

Manusia punya lingkungan hidupnya, setiap planet diletakkan di sana, adalah kehidupan alam semesta yang mahabesar yang menempatkannya di sana, seperti halnya besi, baja, emas yang kita miliki hari ini, pola molekul dan atom yang tersusun di dalamnya tidak berubah. Saya katakan tidak ada fenomena yang alami, segala yang ilmu pengetahuan tidak dapat jelaskan dikategorikan sebagai “alami,” masih dapat membohongi manusia, satu kata ini lantas dapat membohongi seluruh manusia”. (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Eropa. Li Hongzhi, 30-31 Mei 1998 di Frankfurt, Jerman).

Partikel-partikel yang berada dalam ruang dimensi kita ini memiliki suatu hubungan yang menakjubkan, di bawah pengaruh hubungan tersebut fenomena gravitasi sebagaimana yang dikenal oleh ilmu pengetahuan itu terjadi.

“Karena semua kehidupan dan segala substansi, termasuk udara, air dan segala yang ada di atas bumi dan Triloka, yaitu semua benda yang eksis dalam lingkup Triloka adalah terkomposisi oleh partikel-partikel dari semua tingkatan berbeda dalam lingkup Triloka, dan partikel-partikel berbeda dari tingkatan berbeda adalah saling berkaitan. Keterkaitan semacam ini di dalam lingkup Triloka dapat memanjang dan bergerak di bawah daya tarik. Dengan kata lain, jika anda menariknya, dia bisa memanjang seperti karet gelang, dan ketika dilepas akan kembali lagi. Yaitu ada sebuah bentuk keberadaan yang dasar dan stabil antarpartikel-partikel. Inilah yang menyebabkan asalkan anda memindahkan benda apa saja dalam lingkungan bumi ini, dia akan kembali ke tanah. Tentu saja, tidak berarti memindahkan sebuah batu ke lokasi lain, yang mana tidak akan kembali ke tempat semula, bukan begini pengertiannya. Permukaan bumi adalah batasan dari satu tingkatan. Dalam batas tingkat ini benda-benda dapat bergerak horizontal, karena semuanya berada pada satu tingkat yang sama. Sedangkan bergerak ke arah tingkat tinggi yang melampaui tingkatan tersebut niscaya akan ditarik kembali, karena benda-benda di bumi adalah perwujudan kondisi dari partikel-partikel yang ada pada tingkat tersebut. (Mengajar Fa pada Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa di Kanada.  Li Hongzhi, 19 Mei 2001).

Para praktisi dapat melalui peningkatan dalam proses kultivasi untuk mengurangi bahkan membebaskan diri dari pengaruh gravitasi, dengan demikian seakan-akan daya tarik bumi telah hilang, oleh karena itu ia mampu melayang atau terbang di udara.

“Tepatnya karena materi pada tubuh kalian yang terkomposisi dari partikel materi permukaan yang berhubungan dengan bumi ini, telah mengalami perubahan. Telah putus hubungan dengan partikel-partikel pada lingkungan ini, kalian tidak lagi terpengaruh oleh daya kelekatannya, dan tidak lagi terpengaruh oleh daya pengikatan dan pembatasannya. Maka kalian dapat mengambang. Dengan demikian, sampai taraf kondisi mana anda telah mencapainya dalam kultivasi, bagian mikroskopis dari unsur jiwa anda yang terbentuk niscaya berhubungan dengan taraf kondisi tersebut; ketika anda berkultivasi ke tingkat yang lebih tinggi, anda niscaya berhubungan dengan tingkat yang lebih tinggi dan telah putus hubungan dengan semua tingkat yang ada di bawah. Begitulah sekilas hubungannya. [Mengajar Fa pada Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa di Kanada. Li Hongzhi, 19 Mei 2001).

“Anda mungkin pernah menemukan dalam buku kuno, seperti “Shenxian Zhuan” atau “Dan Jing,” “Tao Tsang,” “Xingming Guizhi,” di dalamnya tertulis sebuah kalimat yang disebut “Bairi Feisheng,” artinya seseorang terbang di siang hari bolong.” [Zhuan Falun. Li Hongzhi]

Dari penjelasan yang diberikan oleh Guru Li Hongzhi kita bisa melihat bahwa ilmiah modern memiliki pemahaman yang tidak tepat terhadap ruang dimensi yang  eksis secara bersamaan di waktu dan tempat yang sama, tentang kecepatan cahaya juga fenomena gravitasi. Tentu saja ilmu pengetahuan belum mampu mengenal dan memahami keberadaan Sejati, Baik, Sabar yang jauh melampaui sifat dari segala partikel yang ada dalam alam semesta ini.

“Manusia mengaku bahwa ilmu pengetahuan mereka sudah begitu maju begitu majunya. Sangat kasihan! Ia sama sekali tidak mampu menerobos ruang dari lapisan molekul, atau pun  melihat ruang dimensi lain, tetapi manusia masih saja berpuas diri”. [Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York, (Li Hongzhi, 23 Maret 1997).

“Pemahaman umat manusia terhadap ilmu pengetahuan selamanya merupakan proses menyelidiki. Bagaikan orang buta meraba gajah, beginilah ilmu pengetahuan sekarang. Ketika ia berhasil meraba kaki gajah, ataupun hidungnya, lalu ia mengatakan ilmu pengetahuan adalah seperti ini. Sebenarnya, dia tidak bisa melihat kenyataannya secara utuh”.  [Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York, Li Hongzhi, 23 Maret 1997).

Ilmu pengetahuan empiris saat ini sudah hampir menemui jalan buntu dalam pengembangannya. Bagaimana untuk bisa keluar dari situasi ini, bagaimana untuk mendapatkan pemahaman baru tentang fakta-fakta yang ada, termasuk melalui berbagai peradaban prasejarah yang sudah ditemukan. Bagaimana untuk memahami fenomena-fenomena dari ruang dimensi lain yang terefkeksi ke ruang dimensi kita, juga bagaimana untuk mengenali fenomena nyata yang terjadi dalam ruang dimensi kita tetapi di luar jangkauan ilmu pengetahuan empiris, seperti halnya soal spiritual, iman keyakinan, firman, mukjizat dan lainnya yang sampai sekarang masih merupakan kesulitan untuk dijelaskan secara ilmiah. Ini menjadi tantangan para ilmuwan.

Namun demikian, Falun Dafa telah berhasil membuka cakrawala baru bagi umat manusia dalam memahami alam semesta kita ini.

Penulis banyak mengutip konten dari ceramah Fa dan buku ‘Zhuan Falun’ karangan Guru Li Hongzhi yang dipakai dalam menulis artikel ini. Ini dengan didasarkan pada pemahaman yang terbatas penulis pun terpaksa melakukan pemenggalan terhadap penjelasan beliau yang cukup panjang. Tulisan asli Guru Li memiliki konotasi luas dan mendalam, sangat dianjurkan kepada mereka yang berminat untuk membaca sendiri tulisan maupun karangan Guru Li Hongzhi dengan mengundahnya secara gratis melalui http://falundafa.or.id (Bahasa Indonesia). (Zhengjian/Sinatra/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular