Oleh: Liu Xiao

Pengaruh peradaban tinggi Tiongkok kuno terhadap dunia ternyata tidak sebatas pada empat penemuan besar yakni: Percetakan, kompas, mesiu dan teknik pembuatan kertas saja, juga termasuk penemuan sanggurdi. Sanggurdi adalah pijakan kaki saat menunggangi hewan terutama kuda yang tergantung di pinggiran pelana dengan seutas pita atau tali.

Penemuan sanggurdi

Sebenarnya di zaman Tiongkok kuno, orang menunggang kuda di atas punggung kuda yang terlanjang/tanpa pelana, dengan sepasang kaki hanya bisa menjuntai di dua sisi badan kuda, tidak terdapat tempat pijakan untuk meletakkan kaki.

Menunggang kuda seperti ini tentu agak menyengsarakan, itu sebabnya hal itu merupakan salah satu faktor utama di zaman kuno kuda hanya dipergunakan untuk menarik kereta perang dan bukan langsung ditunggangi.

Namun, menggunakan kereta untuk berperang tidak cukup lincah. Jika satu orang satu tunggangan untuk berperang jauh lebih efisien, maka itu dimasa Chunqiu Zhanguo (Periode Musim Semi dan Gugur, abad ke 5 SM – 221 SM) jumlah pasukan berkuda sangat sedikit. Terutama digunakan untuk tugas-tugas pengintaian, mengganggu, mengepung dan melancarkan serangan mendadak serta tugas lain yang membutuhkan pelaksanaan kilat.

Kira-kira pada zaman dinasti Qin dan Han (sekitar abad ke 3 SM – abad ke 1 SM), jumlah pasukan berkuda bertambah dan muncullah pelana. Untuk mencegah penunggang kuda jatuh dari atas kuda maka pada bagian depan dan belakang pelana ditambahkan “Pommel” (agar penunggung tidak mudah jatuh).

Di zaman Sam Kok (Tiga Kerajaan, 220 -280) kata-kata “Pommel tinggi” muncul dalam sebuah buku bernama “Wei Bai Guan Ming.” Namun saat itu apakah sanggurdi sudah muncul  atau belum, tidak ada bukti konkret.

Menurut catatan buku sejarah tentang pertempuran pasukan berkuda, seperti Xiang Yu (232 SM – 202 SM, jendral ahli strategi perang dari dinasti Qin) menggunakan pasukan berkuda untuk menerobos formasi musuh. Masa kaisar Han Wu pasukan berkuda dipergunakan sebagai pasukan utama untuk melabrak Xiongnu dalam skala besar dan lain sebagainya.

Orang-orang menduga pelana dan sanggurdi muncul pada zaman dinasti Han (202 SM – 220). Meski di saat itu tidak ada sanggurdi yang terbuat dari bahan metal seperti zaman sekarang, namun setidaknya ada bahan pengganti yang mirip, seperti menggunakan sabuk tali, kulit atau papan kayu sebagai sanggurdi.

Di zaman Sam Kok, kenapa pasukan “Penunggang Harimau” yang dipimpin oleh Cao Cao memiliki daya gempur yang hebat, kemungkinan besar mempunyai perlengkapan yang mirip sanggurdi.

Sanggurdi modern ala cowboy. (internet)

Menurut catatan dalam buku “Legenda Attila-bangsa Hun menyerang Eropa”, kavaleri Hun yang dipimpin oleh “Cambuk Tuhan” Attila, mempunyai perlengkapan sanggurdi yang tidak pernah dilihat orang Eropa. Namun sanggurdi itu adalah tali pembalut, sabuk kulit atau sabuk kaki dari sejenis anyaman jerami yang diikatkan diatas pelana, agar kaki mempunyai tempat untuk berpijak.

Kemungkinan hal ini belajar dari Tiongkok. Sanggurdi sejenis itu jelas tidak menguntungkan untuk disimpan. Itu sebabnya tidak mengherankan jika di hari ini kita tidak bisa melihat wujud riil bendanya.

Catatan paling awal tentang sanggurdi berbahan metal adalah di abad IV, ketika itu orang Tiongkok mengandalkan teknologi metalurgi canggih mulai memproduksi sanggurdi dari tembaga atau besi. Berdasarkan benda purba kala yang digali dari makam dinasti zaman Wei dan Jin di Nan Tan, Wuwei, provinsi Gansu, paling lambat di zaman akhir Wei sudah muncul sanggurdi tunggal yang dipergunakan untuk naik kuda.

Namun sejarah praktis penggunaan sanggurdi tunggal di Tiongkok sangat pendek, sanggurdi ganda segera muncul. Hingga saat ini benda nyata sanggurdi ganda yang ditemukan, paling awal adalah sanggurdi segitiga perunggu yang dibungkus bahan kayu dalam makam Feng Sufu (Tahun 415) negeri Yan Utara dizaman 16 Negara yang berlokasi di Beipiao Xiguan Yingzi provinsi Liaoning, juga ada satu lagi sanggurdi ganda tembikar kuda yang digali dari makam nomer tujuh kumpulan makam marga Wang Dongjin Langya di Nanjing Xiangshan, waktunya di tahun pertama Yongchang dinasti Dongjin (Tahun 322) atau sesudahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pada awal abad IV, bentuk sanggurdi ganda sudah matang dan dipergunakan secara luas di negeri Tiongkok.

Penemu sanggurdi ganda tidak meninggalkan jejak nama dalam sejarah, namun idenya kemungkinan besar terinspirasi dari menggunakan tali kulit membentuk simpul lingkaran kemudian menginjak simpul lingkaran tersebut guna naik ke atas punggung kuda.

Sanggurdi walaupun kecil namun berperan besar. Penunggang kuda bisa memanfaatkan pelana dan sanggurdi membentuk tiga titik tumpuan untuk menjaga keseimbangan yang lebih baik, dengan demikian ketika kuda berlari dengan kecepatan tinggi tidak mudah terjatuh. Bersamaan itu sanggurdi juga membuat penunggang berpadu menjadi satu dengan kuda, memadukan tenaga manusia dan kuda untuk memainkan efek terbesar.

Pasukan kuda setelah sanggurdi ditemukan

Setelah sanggurdi ditemukan, daya tempur kavaleri diatas kuda meningkat pesat, kavaleri berperlengkapan berat sudah menjadi kekuatan militer yang berperan menentukan di medan pertempuran. Proporsi kavaleri juga meningkat secara signifikan, dan masa peperangan kalut di zaman 16 negara adalah masa kavaleri menuju ke panggung militer sebagai peran utama.

Sejarah mencatat, militer Beiwei mengerahkan 100.000 kavaleri untuk bertempur, bahkan ketika menyerang Nanchao Liu Song secara besar-besaran, kavaleri yang dikerahkan sampai-sampai mencapai 600.000 prajurit.                                                                                                                                             Dua dinasti Sui dan Tang juga mengutamakan pasukan berkuda. Kaisar Tang Taizong adalah seorang pelaksana aktif taktik penyerangan mendadak kavaleri ringan. Ketika ia berperang demi berdirinya dinasti Tang, banyak sekali pertempuran dipimpin langsung oleh kavaleri ringan Tang Taizong untuk menyerbu dan menyerang mendadak serta meraih kemenangan, “Zhao Ling Liu Jun” yang terkenal itu adalah kuda tunggangannya.

Zaman dinasti Tang merupakan masa kejayaan dari pasukan kavaleri kekaisaran Tang, di masa kejayaan Tang itu seluruh pasukan yang berjumlah 570.000 personil 160.000 diantaranya adalah kavaleri. (lin/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular