Sebagai saudara atau kakak-adik dari anak penderita autis, akan dipenuhi dengan pengalaman hidup dan tantangan. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi untuk para orangtua tentang bagaimana membantu anak-anak lainnya yang memiliki pertumbuhan normal dari anak autis di rumah, untuk membantu mereka agar lebih banyak memahami tentang autis.

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah sebuah istilah medis, yaitu pervasive developmental disorder atau gangguan perkembangan pervasiv, sebagian besar istilah ini digunakan untuk anak-anak. Gejalanya meliputi gangguan bicara, tidak mampu menjalin interaksi sosial seperti kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, terpaku pada suatu kegiatan yan ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya, tidak ada empati, dan sangat sensitif.

Cara mendidik saudaranya dari anak penderita autis

Lebih sulit mengetahui kebutuhan anak-anak penderita autis dibandingkan dengan anak-anak (normal) lainnya. Kadang-kadang orang tua akan merasa bersalah atau cemas tidak tahu bagaimana baiknya menghadapi anak autis.

Tapi tidak perlu terlalu mempersulit diri sendiri. Berikut ini ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari untuk mendidik anak-anak (normal) lainnya di rumah, dimana ada anak yang menderita autis.

Ketika Anda menganggap anak-anak sudah bisa memahami, atau ketika mereka mulai merasakan manifestasi dari adik atau kakaknya tidak sama, segeralah mulai jelaskan kepada mereka tentang autisme. Hal ini dapat membantu anak-anak untuk beradaptasi ketidaksempurnaan anak-anak penderita autis di rumah, dan menghindari kekeliruan tentang autisme.

Bagaimana menjelaskan tentang autisme

Cari tahu tentang informasi yang sudah diketahui anak-anak. Menjawab pertanyaan apa pun dengan sederhana. Tanyakan kesan anak-anak terkait hal itu. Siapkan alasan untuk menjelaskan perihal terkait.

Gunakan bahasa dan konsep yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman anak-anak. Dan gunakan istilah yang sederhana dan mudah dimengerti atau secara sederhana dalam menggambarkan ciri-ciri tentang autisme.

Anda bisa memberitahu anak-anak, bahwa ada “hal-hal yang tidak boleh dilakukan” oleh saudara mereka yang menderita autis, karena mere belum tahu bagaimana mengerjakannya atau “belum atau tidak memahaminya”.

Hal-hal yang sebaiknya diketahui anak-anak tentang autisme

Berapa banyak pemahaman anak-anak tentang autis mungkin tergantung pada usia mereka. Menurut penelitian, bahwa anak yang sehat dikisaran usia 5 sampai 17 tahun, jarang memahami kalau saudara-saudaranya itu menderita autis, termasuk anak-anak yang mengetahui beberapa pengetahuan tentang autis.

Anak-anak dari berbagai usia memahami autis dengan cara yang berbeda. Seorang anak usia 5 tahun mungkin akan mengetahui karena saudaranya tidak bisa menulis. Sementara anak usia 17 tahun lebih mungkin mengetahui gejala, karena anak-anak autis memiliki gangguan dalam “kehidupan normal” mereka.

Kadang-kadang anak-anak akan salah paham terhadap saudar-saudaranya yang menderita autis. Mereka mungkin akan mengira autis itu seperti flu yang bisa “menular”. Bahkan anak-anak yang jauh lebih belia akan mengira bahwa merekalah yang menyebabkan autis pada saudara-saudaranya melalui perilaku buruk atau pemikiran buruk mereka. Sehubungan dengan ini, orang tua dapat membicarakannya dengan anak-anak dan menjelaskan hal terkait untuk membantu mereka.

Pengaruh anak autis terhadap anak-anak lainnya di rumah

Secara umum, apabila saudara dari anak autis bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan baik dalam pergaulan sehari-hari di rumah, tidak akan berdampak secara signifikan dalam jangka panjang. Umumnya, anak-anak yang sehat (normal) harus lebih memberi perhatian, empati, kemandirian dan toleransi pada anak autis di rumah.

Namun, anak-anak mungkin butuh beberapa waktu untuk beradaptasi dan menentukan bahwa saudara mereka menderita autis :

– Saudara dari anak autis mungkin relatif lebih rapuh, dan akan muncul masalah psikologis di kemudian hari.
– Saudara laki-laki lebih rentan tersakiti oleh hal-hal ini daripada saudara perempuan.
– Anak-anak yang lebih belia jauh lebih rapuh daripada anak-anak yang lebih besar (usia)

Timbul reaksi dengan pola yang tidak sama dari anak-anak terhadap situasi yang sama. Mereka mungkin akan terlihat tidak senang, tanpa alasan dan perilaku yang jelas. Hal ini mungkin butuh beberapa waktu untuk memahami apa sebab sebenarnya yang membuat mereka marah

Berikut adalah respon emosional yang mungkin terjadi pada saudara-saudaranya dari seorang anak autis :

  • Iri kepada orang tua yang mencurhkan waktu dan energinya untuk saudara mereka yang autis.

Mencegah anak-anak bermain bersama dengan anak penderita autis yang tidak ingin bermain dengan mereka, sehingga membuat anak-anak merasa jengkel.

Secara perbandingan dengan anak autis, dimana jika Anda memiliki keinginan yang tidak sama terhadap anak-anak lainnya di rumah, maka hal ini akan membuat mereka marah (kakak/adiknya anak autis). Misalnya, Anda membiarkan kesewenangan anak autis, atau melarang anak autis melakukan pekerjaan rumah tangga ;

Ketika rekreasi bersama keluarga, mereka merasa jengah atau malu ditatap orang lain atau memberi perhatian berlebihan yang tidak penting.

Beban batin disertai dengan emosi negatif, misalnya merasa serba salah atau marah terhadap anak penderita autis di rumah ;

Khawatir tentang tekanan eksternal yang akan memengaruhi kesehatan atau hubungan antara ayah-ibu, misalnya, ada anak-anak yang mungkin khawatir orang tua (ayah-ibu) mereka mungkin akan berpisah atau bercerai ;

Merasa khawatir atau benci karena kelak akan menjadi pengasuhnya saudaranya yang menderita autis. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular