Oleh Xu Jiadong

Yahoo News mengutip laporan media ‘New York Times’ memberitakan bahwa seluruh duta besar AS di seluruh dunia diminta untuk sudah meninggalkan negara mereka bertugas dan kembali ke AS pada hari pelantikan presiden baru AS Donald Trump.

Pada pemerintahan masa lalu, tidak semua duta besar AS harus sudah berada di AS pada hari pelantikan presiden baru, tergantung dari kepentingan dan tugas yang diemban oleh para dubes. Kepulangan mereka masih bisa tertunda dari beberapa minggu sampai sekian bulan.

Pemberitahuan lewat perangkat elektronik yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS pada 23 Desember 2016 menyebutkan bahwa tim transisi Presiden Trump menghendaki semua duta besar kembali ke AS serentak pada hari yang ditentukan.

Presiden AS terpilih Donald Trump tidak menghendaki para dubes pilihan Presiden Obama masih manjalankan tugas pada hari ia dilantik sebagai presiden. Tujuannya mungkin terkait dengan rencana untuk menghentikan sementara peninjauan ulang sejumlah kebijakan yang telah dibuat dan diberlakukan pada era pemerintahan Obama.

Namun laporan mengatakan, langkah tersebut bisa menjadi masalah karena dalam beberapa bulan ke depan itu AS akan tidak memiliki Duta Besar yang memenuhi syarat (disahkan Senat AS) yang bisa menggantikan yang lama.

Meskipun dilaporkan New York Times bahwa seorang pejabat senior dari tim transisi Trump dengan tegas mengatakan bahwa perintah itu tidak mengandung prasangka buruk, tetapi beberapa dubes AS sedang mempertimbangkan untuk menghubungi Rex Tillerson, kandidat Sekneg Trump untuk mendapatkan penjelasan.

Laporan tersebut menyebutkan, karena para pejabat diplomatik itu hidup di negara mereka ditempatkan dengan membawa serta keluarga dan diperbolehkan untuk tinggal sampai selesainya tahun ajaran sekolah anak-anak mereka, maka banyak dari mereka hingga sekarang masih belum bersedia angkat kaki.

Ketua American Academy of Diplomacy, sebuah organisasi non profit yang berbasis di Washington DC, Ronald E.Neumann menjelaskan, “Masalahnya tak lain adalah soal hubungan politik antar dubes yang sudah ditempatkan itu dengan presidennya yang berbeda partai politik dengan presiden terpilih, jadi wajar-wajar saja kalau mereka perlu diganti. Namun, saya tidak ingat apakah ada diplomat yang sudah menyampaikan pengunduran diri pada bulan Januari ini, Ini kan sama saja dengan meminta semua untuk segera melompat keluar dari kolam (Everybody out of the pool immediately)”.

Sejauh ini Hanya David Friedman, pengacara urusan kebangkrutan, dan Terry Branstad, Gubernur Iowa yang sudah dinominasikan masing-masing sebagai Dubes AS untuk Israel dan Tiongkok. (Secretchina/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular