Februari (kalender Rusia) 1917 meletus revolusi demokratik Februari. Tsar terpaksa mengumumkan turun tahta. Kekuasaan pemerintah diserahkan kepada pemerintahan sementara yang dibentuk oleh Duma Negara (legislatif).

Sesungguhnya, Rusia pada saat itu memiliki kesempatan untuk beralih dari negara kerajaan menjadi negara demokrasi, tetapi ‘kalah cepat’ dengan Lenin yang begitu mendengar revolusi meletus lalu masuk ke Rusia dengan bantuan dana dari Kaisar Wilhelm II Jerman.

Ia menyusup masuk ke Rusia melalui wilayah Rusia yang sedang diduduki Jerman. Dan setelah berada di Rusia, ia menggerakkan kudeta militer dan menggulingkan pemerintahan Tsar pada Oktober 1917.

Dapat dikatakan bahwa tanpa dukungan Jerman, Partai Komunis Uni Soviet yang didirikan Lenin itu tidak mungkin memiliki dana dan senjata, mustahil untuk bisa memperalat Harian Pravda sebagai alat propaganda yang berhasil mempengaruhi kaum buruh, tentara dan masyarakat Rusia.

Selain itu, penelitian sarjana Rusia memastikan bahwa proses artistik membuat penyerangan ke Istana Musim Dingin berlangsung begitu ‘besar-besaran’, padahal hanya dilakukan oleh kurang dari 2.000 personil militan Bolshevik yang berhasil menguasai tempat-tempat strategis di kota Petrograd.

Kemudian sejumlah kecil anggotanya masuk ke dalam istana untuk memaksa kaisar turun tahta. Sementara itu, kapal perang Aurora saat itu juga tidak menembakkan amunisi hidup tetapi dengan peluru kembang api. Namun pemerintah sementara yang mendukung demokrasi dan kebebasan tidak bisa banyak melakukan perlawanan karena berbagai kelemahan mereka.

Setelah Lenin berkuasa, ia tidak saja menekan dan menggeser kekuatan golongan Menshevik dan Partai Sosialis-Revolusionaris yang mendukungnya mengambilalih kekuasaan. Dengan demikian hanya Lenin dengan Partai Komunis Uni Soviet yang berkuasa atas Uni Soviet. Tak lama kemudian, Lenin melakukan pembicaraan damai dengan Jerman, menandatangani Traktat Brest-Litovsk, menyerahkan kepada Jerman sejumlah lahan luas di Rusia dan Ukraina.

Menurut isi traktat tersebut, lahan-lahan itu diserahkan kepada Jerman dengan waktu yang tak terbatas. namun di kemudian hari, sebagian dari lahan-lahan itu  bisa diambil kembali oleh Uni Soviet gara-gara Jerman kalah dalam suatu peperangan melawan Uni Soviet.

Selain itu, dalam rangka untuk memastikan stabilitas rezim, Lenin pribadi dan keputusan kolektif politbiro mendeportasi kelompok intelektual Uni Soviet, dan menindas para pelaut Kronstadt yang mengusulkan sistem pemilu yang bebas, perdagangan bebas dan lainnya. Sampai paro pertama tahun 1921, segala perjuangan yang berbau kebebasan, seperti kebebasan pers, kebebasan berkumpul, kebebasan berbicara itu sama saja dengan mencari mati.

Dalam pidato sambutan di Kongres Partai Komunis Uni Soviet ke 11 tahun 1922, Lenin mengatakan, “Siapa saja yang mempropagandakan ideologi Menshevik, pengadilan kita akan menjatuhkan hukuman langsung mati.”

Pada Agustus tahun yang sama Partai Komunis Uni Soviet meloloskan peraturan depostasi, dan sampai akhir tahun itu, 2 juta lebih orang Rusia terpaksa hidup di negeri orang karena dideportasi.

Dengan demikian tampaknya Lenin dan Partai Komunis Uni Soviet sejak awal berkuasa telah menempuh segala cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan, termasuk melakukan pembunuhan.

Cara ini tidak berbeda dengan pemerintahan kota Paris (Komune Paris) yang melakukan pembakaran dan pembantaian di Paris semasa berkobarnya Revolusi Prancis. Alasan yang lebih dalam adalah karena Marxisme yang menganjurkan cara kekerasan telah menjadi anutan mereka.

Kalau saja Komune Paris yang berniat untuk menolak tradisi, melenyapkan seluruh budaya lama dengan sesuka hati membunuh para sandera dan menghancurkan Paris itu merupakan praktik awal dari revolusi kekerasan partai komunis yang dianggap penting, maka Revolusi Oktober yang sebenarnya kudeta itu adalah praktik pertama partai komunis membangun kekuasaan dengan cara kekerasan.

Ideologi komunis yang selain merugikan bangsa Rusia, membahayakan seluruh bangsa di dunia juga meninggalkan  dampak negatif yang sangat mendalam kepada dunia.  (Sinatra/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular