Tidak ada kekurangan bukti yang menunjukkan bahwa menjadi aktif menurunkan risiko kematian . Namun yang kurang banyak diketahui adalah jenis olahraga tertentu berdampak lebih mendukung kesehatan daripada olahraga yang lain.

Anehnya, penelitian mengenai manfaat kesehatan dari tipe olahraga tertentu adalah langka, sehingga peneliti dari Eropa dan Australia meneliti hubungan antara enam olahraga atau latihan fisik yang berbeda dengan risiko kematian akibat penyakit jantung dan semua penyebab.

3 Latihan ffisik terbaik untuk menurunkan risiko kematian

Peneliti menganalisis data dari lebih dari 80.000 orang, dan menyimpulkan bahwa olahraga yang menggunakan raket, berenang dan aerobik menduduki puncak daftar kegiatan fisik terbaik untuk menurunkan risiko kematian dini.

Peserta penelitian yang bermain olahraga raket, seperti tenis, bulu tangkis atau squash, memiliki risiko kematian 47 persen lebih rendah selama periode penelitian sembilan tahun dibandingkan peserta penelitian yang tidak melakukan latihan fisik. Sementara itu renang berisiko kematian 28 persen lebih rendah sedangkan aerobik memiliki risiko kematian 27 persen lebih rendah.

Penurunan kematian kardiovaskular yang signifikan juga ditemukan pada olahraga yang menggunakan raket, berenang dan aerobik. Peserta penelitian yang berolahraga menggunakan raket 56 persen lebih jarang meninggal akibat penyakit kardiovaskular selama penelitian, diikuti oleh renang 41 persen dan penggemar aerobik 36 persen.

Namun, tidak ada penurunan statistik yang signifikan-untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular atau semua penyebab-diamati pada tiga olahraga lainnya yang termasuk dalam penelitian ini (bersepeda, berjalan dan sepak bola).

Olahraga yang menggunakan raket, aerobik dan berenang menggerakkan seluruh tubuh-lengan dan kaki-yang membuat jantung bekerja lebih keras. Ini menjadi salah satu alasan mengapa olahraga yang menggerakkan seluruh tubuh lebih sering menurunkan risiko kematian dibandingkan dengan olahraga lain.

Selain itu, olahraga sering membutuhkan semburan aktivitas yang berat, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sebagaimana dicatat oleh Pusat Pengobatan Universitas Rochester:

“Olahraga yang menggunakan raket adalah latihan fisik dengan semburan intensitas yang tinggi saat mencetak poin, dengan waktu istirahat yang singkat saat mengambil bola dan melakukan service. Kegiatan berhenti dan mulai ini mirip dengan latihan interval.

Berolahraga yang menggunakan raket, atau olahraga aktif, [tiga] jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah, menurut Cleveland Clinic Foundation.

Salah satu kunci untuk mendapatkan latihan aerobik yang baik pada saat bermain tenis atau badminton adalah menjaga waktu istirahat yang singkat. Jantung akan terus bekerja pada tingkat aerobik, tetapi tanpa stres yang berkelanjutan”.

Di sisi lain, bersepeda hanya dikaitkan dengan sedikit penurunan risiko kematian, tetapi hal ini terjadi karena banyak peserta penelitian bersepeda untuk rekreasi, untuk berangkat dan pulang kerja (yang berbeda bila bersepeda dengan penuh semangat sebagai latihan fisik).

Peneliti berspekulasi bahwa berlari tidak termasuk dalam daftar teratas karena pelari dalam penelitian ini rata-rata berusia lebih muda, dan memerlukan masa tindak-lanjut yang lama untuk mengukur manfaatnya secara utuh.

Namun, penelitian semakin menunjukkan semburan singkat dari olahraga yang berat (seperti terlibat bermain tenis dengan penuh semangat) yang lebih baik daripada olahraga yang memperlambat denyut jantung yang berlangsung lama, seperti berlari.

Di antara peserta penelitian, lebih dari 44 persen memenuhi ajuran latihan fisik minimum (150 menit aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang selama seminggu untuk orang dewasa yang usia 18 tahun sampai 65 tahun).

Berenang menduduki puncak daftar latihan favorit, diikuti oleh bersepeda, aerobik, berjalan/jogging, olahraga yang menggunakan raket dan sepak bola atau rugby.

Sangat penting untuk dicatat bahwa terlibat dalam setiap jenis olahraga adalah lebih baik daripada tidak sama sekali; peserta penelitian yang aktif mengurangi risiko kematian sebesar 28 persen, terlepas dari olahraga mana yang dilakukan.(Epochtimes/ Joseph Mercola/Vivi)

Share

Video Popular