Sebuah studi dari “British Journal of Sports Medicine menyebutkan, bahwa aktivitas fisik (olahraga) dapat membantu anak usia 6 – 18 tahun meningkatkan kemampuan akademik, dan bermanfaat bagi perkembangan otak serta fungsi kognitif mereka. Laporan studi ini dirampungkan bersama 24 ahli dari Amerika Serikat, Kanada dan Eropa.

Meskipun aktivitas fisik akan memakan waktu belajar siswa, tetapi menurut para ahli, olahraga adalah sebuah investasi yang baik untuk meningkatkan kemampuan akademik. Meskipun hanya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang juga dapat meningkatkan “fungsi kognitif otak dan prestasi akademik”.

Manfaat dari aktivitas fisik juga akan berkembang pada kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi. Para ahli percaya bahwa aktivitas fisik dapat membantu anak-anak membersihkan pola pikir, perjalinan teman baru dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

Aktivitas fisik apa pun itu semuanya berharga, apalagi aktivitas dengan tujuan yang jelas itu manfaanya banyak sekali. Karena aktivitas-aktivitas ini dapat membantu para siswa meningkatkan “keterampilan hidup” dan mencerminkan “nilai-nilai inti-nya”, seperti misalnya menghormati orang lain dan ikut memikul tanggung jawab sosial.

Pelajaran tenis, pertandingan sepak bola, rekreasi keluarga, bersepeda ke sekolah, dimana semua aktivitas ini bermanfaat bagi kesehatan fisik/tubuh, dapat meningkatkan fungsi jantung, paru-paru dan otot siswa, mengurangi risiko terserang penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung koroner di masa depan.

Karena ada begitu banyak manfaat dari aktivitas fisik, jadi sekolah dan komunitas seyogianya memastikan anak-anak memiliki tempat/lapanan untuk kegiatan olahraga, seperti taman, taman bermain dan jalur sepeda.

Orang tua tidak perlu khawatir akan mengganggu waktu belajar anak, karena kedua kegiatan ini (olahraga dan studi) tidak akan berbenturan, kata ahli.

Para ahli menyarankan, jika Anda ingin kemampuan anak-anak Anda lebih baik di sekolah, maka biarkan mereka meluangkan waktunya meletakkan buku dan pensil (berhenti belajar sementara), untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular