Kabut Polusi Tiongkok Menyebar ke Negara Tetangga

278
Dari gambar yang disajikan jaringan earth nullschool dapat dilihat bahwa aerosol berwarna merah muda dan putih sangat tebal. (internet)

Oleh Qin Yufei

Dalam minggu pertama tahun baru ini, lebih dari setengah kota-kota di Tiongkok terselimuti udara polusi. 31 kota diantaranya telah mengeluarkan peringatan bahaya. Dan sekarang negara tetangga juga mengeluarkan peringatan serupa karena terkena penyebarannya.

Korea Selatan pada Selasa (3/1/2017) mengeluarkan peringatan karena kandungan partikel halus berbahaya sudah melampaui ambang batas. Ini merupakan peringatan pertama yang dikeluarkan Seoul menyangkut ‘halusnya partikel’ sejak November 2015.

Biro Penelitian Lingkungan Hidup Korea Selatan menganjurkan masyarakat untuk tinggal dalam rumah. Koran lokal menyebutkan bahwa kabut raksasa yang sangat tebal dengan warna kehitaman pada 1 Januari terbang dari arah Tiongkok kemudian menyelimuti sebagian wilayah Korea Selatan.

Taiwan yang hanya berjarak sekian puluh mil dari pesisir propinsi Fujian, Tiongkok telah membunyikan sirine bahaya. Pihak berwenang Taiwan juga mengeluarkan anjuran agar warganya tidak melakukan kegiatan di luar ruang, karena AQI (Air Quality Index) di wilayah selatan Taiwan sudah berada di skala merah (di atas ambang batas).

Menurut NASA dan jaringan visual analog global (earth nullschool), kabut polusi asal Tiongkok tampaknya menyebar ke negara dan daerah lain karena pengaruh sirkulasi atmosfir dan tiupan angin. Dari citra satelit tentang situasi angin, cuaca, laut dan tingkat polusi pada 2 Januari terpantau bahwa Korea Selatan dan Taiwan berada dalam daerah terkena penyebaran kabut polusi Beijing.

Dari gambar yang disajikan jaringan earth nullschool dapat dilihat bahwa partikel padat di udara (aerosol) berwarna merah muda dan putih sangat tebal. Partikel aerosol itu biasanya terdiri dari debu, asap, debu-debu komposisi awan.

Laporan menyebutkan bahwa kondisi polusi udara di wilayah utara Tiongkok umumnya akan memburuk selama musim dingin, kabut polusi dari sana itu kemudian menyebar ke  arah selatan karena terbawa angin.

Pekan ini, kualitas udara di berbagai wilayah Delta Zhujiang sudah mencapai 300, masuk tingkat berbahaya. Namun Hongkong sedikit beruntung karena angin timur yang bertiup sehingga tidak dihampiri kabut polusi. (Sinatra/rmat)