Ada sebuah desa kuno yang misterius di kabupaten Sui, kota Shangqiu, provinsi Henan, Tiongkok.

Dikatakan misterius karena ada beberapa hal yang membingungkan, misalnya orang-orang tidak bisa membedakan arah jalan setelah masuk ke desa ini, bahkan tidak bisa menemukan jalan keluar, hanya bisa berputar-putar di sekitarnya.Desa ini dijuluki sebagai desa yang “menyesatkan.”

Oleh penduduk desa setempat, desa kuno bernama “Ren zhuang,”ini dijuluki sebagai “Desa yang menyesatkan orang.” Disebut menyesatkan, karena ketika orang-orang luar daerah melewati desa ini setelah keluar dari tanggul di gerbang selatan desa, arah mereka akan tersesat, baik hendak ke desa Xiao-zhu atau desa Ma-liu. Keadaan ini diketahui dalam radius puluhan kilometer daerah setempat.

Menurut cerita penduduk desa setempat, tidak ada satupun orang-orang dari daerah lain yang tidak tersesat ketika masuk ke sini. Konon katanya, pernah ada pedagang yang ke desa ini tidak menemukan jalan keluar sehari penuh, hanya berputar-putar di sekitarnya.

Menurut legenda setempat, Mu Gui-ying (tokoh sejarah dinasti Song Selatan) pernah membuat “Mi Hun Zhen”  (formasi menyesatkan pandangan mata) disana, begitu juga dengan Zhu Geliang (ahli strategi militer Tiongkok kuno) pernah membuat “formasi Ba-gua (8 trigrams langit)”, sehingga membentuk fenomena yang aneh itu. Setiap tahun tidak sedikit para petualang, baik lokal maupun luar negeri datang untuk meninjau desa ini.

Umumnya ruangan tengah dari rumah tak berloteng tradisional Tiongkok kuno menghadap ke selatan. Sementara Ren Zhuang (desa Ren) ada di empat penjuru angin. Menurut cerita penduduk desa, arah rumah berhubungan topografi, sejak zaman nenek moyang, topografi atau keadaan medan di sana memang miring, karena itu, rumah dibangun berdasarkan keadaan medan, sehingga arahnya ada di empat penjuru. Begitu pun dengan jalan juga miring, itulah sebabnya mengapa gampang tersesat saat masuk ke desa ini.

Desa misterius di Henan, bisa masuk tapi tak bisa keluar. (Internet)

Menurut catatan “silsilah keluarga marga Ren”, bahwa ketika keluarga (marga) Ren membangun desa di tempat itu pada masa awal dinasti Ming (1638-1644), aliran sungai di daerah ini silang menyilang. Daerah yang tinggi masing-masing mengelilingi keadaan medan (bentuk alam) di sana. Jadi desa, rumah maupun jalan dibangun berdasarkan keadaan medan, sehingga membentuk struktur desa seperti itu sekarang.

Ketika berada di sana, kita seolah-olah masuk ke taman labirin, tidak tahu dimana empat penjuru angin, dan ini sangat langka di tanah datar.

Selain itu, desa Man Xue, kabupaten Sui, juga merupakan sebuah desa dengan tata letak jalan yang sangat aneh, pasalnya semua jalan di dalam desa ini berbentuk seperti huruf “T”. Saat sedang jalan, di depan akan terlihat tembok, seolah-olah jalan buntu. Tapi, begitu sampai di depan, di sebelah tembok masih ada sebuah jalan lurus yang menuju ke arah selatan-utara atau timur-barat. Semua jalan di segenap desa silang menyilang, seperti masuk ke taman labirin, sehingga kerap membuat orang-orang yang baru pertama kali ke desa itu tersesat.

Sementara itu, desa Wang Xing, juga merupakan “desa Ren yang menyesatkan, bisa masuk tapi tidak bisa keluar.”

Penduduk desa menuturkan, bahwa seringkali orang-orang desa yang bekerja sebagai pedagang selalu tersesat begitu masuk ke desa Wang Xing. Mereka hanya berputar-putar di sekitar dan kembali ke tempat semula, tidak bisa menemukan jalan keluar. Tak seorangpun yang bisa keluar dari sana jika tidak ada penduduk desa yang mengenal seluk-beluk desa ini.  (theepochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular