Oleh Xia Yu

Badai musim dingin dengan angin kencang dan hujan lebat telah menyerang bagian utara California, AS menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa tempat. Termasuk daerah di mana sebuah pohon merah (jenis Sequoia sempervirens) raksasa berdiri yang menjadi terkenal, sering dikunjungi turis  karena batangnya bisa dilalui oleh mobil.

Media ‘Fox News’ mengutip laporan ‘San Francisco Chronicle’ memberitakan bahwa pohon redwood raksasa yang diberi nama The Pioneer Cabin tree yang berada dalam taman nasional Calaveras Big Trees State Park telah tumbang saat badai menerjang daerah itu pada 8 Januari 2017.

Pohon raksasa tersebut pada 1880 telah dilubangi di bagian tengah dari batangnya yang dekat dengan tanah, sehingga memungkinkan pejalan kaki maupun sebuah kendaraan untuk melaluinya.

Seorang relawan bernama Jim Allday memposting gambar di Facebook yang menunjukkan tumbangnya pohon tersebut dengan tambahan komentar, “Pohon langsung hancur berkeping-keping begitu mencium tanah.”

Sampai sekarang belum dapat dipastikan penyebab tumbangnya pohon, meskipun dapat diduga bahwa genangan air dan erosi tanah di bagian dari akar dangkal pohon tersebut serta angin kencang yang bertiup mungkin menjadi alasan yang kuat.

Pengelola Taman Nasional Calaveras di akun Facebook mereka menyebutkan, “The Pioneer Cabin tree yang menjadi ikon taman nasional kita, yang memungkinkan terciptanya terowongan pohon dan menarik minat banyak wisatawan, kini sudah tumbang. Badai ini memang keterlaluan.”

Berapa besar usia, tinggi pohon redwood tersebut dan lebar batang pohonnya belum dapat diketahui. Tetapi yang pasti adalah usia pohon jenis ini bisa mencapai ribuan tahun dengan ketinggian yang melebihi 100 yard, hampir sama atau melebihi panjang sebuah lapangan sepakbola.

Beberapa komentar menghiasi akun Facebook asosiasi taman nasional antara lain tulisan Romy Virginia Gabriel, “Memilukan.”

Sementara Georgie Hensely menulis, “Saya memiliki sebuah foto kenangan yang menunjukkan kawan saya mengendarai mobilnya untuk melewati terowongan pohon tersebut. Saat itu saya masih kanak-kanak dan sekarang sudah berusia 78 tahun.”

Wilayah utara California pada akhir pekan lalu mendapat terjangan badai musim dingin yang cukup hebat, ditambah lagi dengan saat gletser salju mencair, menambah parahnya bencana banjir, longsor di banyak tempat.

Oleh karena itu pelajaran sekolah dihentikan sementara, jalan raya termasuk resor ski ditutup. Kabarnya 3 orang dilaporkan tewas, seorang wanita mengalami pingsan kemudian meninggal dunia karena hantaman ranting pohon yang patah tertiup angin kencang, 2 orang lainnya tewas dalam kecelakaan mobil mereka yang berjalan saat badai.

San Francisco Airport pada 8 Januari telah membatalkan 123 jadwal penerbangan, 182 penerbangan mengalami penundaan rata-rata antara 4 – 5 jam. Sejumlah sungai yang bermuara di Teluk San Francisco sudah mencapai ketinggian air di atas ambang bahaya banjir. Peringatan kepada warga San Francisco untuk siaga banjir sudah dikeluarkan pihak berwenang pada 8 Januari. (Sinatra/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=oRa-YtMuROs

Share

Video Popular