JAKARTA – Sidang dugaan penistaan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Aula Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10//1/2017). Sidang dipimpin oleh hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto dengan mengagendakan 5 saksi pelapor.

Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Irena Handono, Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, Ibnu Baskoro, Muhammad Burhanuddin dan Willyudin Abdul Rasyid Dhani sebagai Sekretaris Forum Umat Islam Bogor.

Sidang yang digelar kali ini dilaksanakan secara terbuka namun demikian anggota masyarakat bermaksud menyaksikan sidang diharuskan memiliki kartu identitas khusus. Tak hanya itu, jumlah warga yang datang juga dibatasi dikarenakan keterbatasan kapasitas ruangan.

Sebelumnya, Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan ketika dikonfirmasi wartawan menuturkan bahwa awak media juga diperkenankan untuk melhat sidang, namun demikian tak diperkenankan menyiarkan secara langsung suasana sidang. Sementara perwarta TV hanya diperbolehkan mengambil gambar saat awal sidang.

Tak hanya itu, jumlah awak media yang melihat sidang juga dibatasi sehingga tak semua jurnalis bisa menyaksikan secara langsung suasana sidang. Para awak media pun tak diperkenankan untuk membawa ponsel ke dalam ruangan sidang. Para pewarta yang sudah tiba sejak pukul 05.00 WIB pagi hanya diperkenankan membawa alat tulis dan bergantian untuk menyaksikan sidang Ahok.

Jaksa penuntut umum pada sidang di tempat yang sama Selasa (3/1/2017) menghadirkan saksi pelapor yakni  Novel Bakmumim, Gusjoy Setiawan, Muchsin Alatas, Syamsu Hilal sebagai saksi. Tak semua saksi pelapor hadir, Muh Burhanudin tak berhalangan karena sakit dan Nandi Naksabandi meninggal dunia pada 7 Desember 2016.

Ahok pada perkara ini disangka melakukan penistaan agama sebagaimana diatur Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hukuman maksimal pada pelanggaran ini 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1.000.000.000. (asr)

 

Share

Video Popular