JAKARTA – Pesan berantai yang beredar di media sosial menyebutkan adanya bahaya jika mencelup teh bekantong kertas atau palstik jika dilakukan dalam jangka lama. Bahkan bahayanya disebut-sebut tak jauh dari bahaya racun serangga. Kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup adalah sumber bahaya dari celupan itu.

Oleh karena itu, Badan POM dalam situs resminya menyatakan perlu menyampaikan penjelasan kepada masyrakat luas atas yang beredar. Badan POM menyebut bahwa kantong teh celup umumnya terbuat dari kertas dan plastik. Selain itu, kantong teh celup terbuat dari kertas biasanya berupa jenis kraft dilapisi plastik polietilen  yang berfungsi dalam perekatan panas.

“Industri kertas untuk kemasan pangan sudah tidak menggunakan senyawa klorin sebagai pemutih dan syarat ini sertakan pada saat permohonan penilaian keamanan produk,” jelas BPOM dalam penjelasan publiknya dikutip, Rabu (11/1/2017).

Tentang kantong Teh Celup dari Kertas dan palstik BPOM menyatakan polietilen yang digunakan sebagai fungsi perekatan tidak meleleh pada suhu titik didih air, hal ini terlihat saat kantong kertas teh celup tidak terbuka saat diseduh dengan air panas. Selain kantong kertas, kantong plastik teh celup juga terbuat dari plastik jenis nilon, polietilen terefltalat (PET) atau asam polilaktat (PLA).

BPOM menegaskan teh celup yang terdaftar di Badan POM telah melalui evaluasi penilaian keamanan pangan termasuk penilaian keamanan kemasannya (kantong teh celup). Tak hanya evaluasi, penilaian keamanan kantong teh celup juga mensyaratkan pemenuhan terhadap batas migrasi baik yang berbahan kertas maupun plastik yang tercantum dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan.

BPOM menyatakan pihaknya sebagai perlindungan terhadap masyarakat, pihaknya senantiasa terus berkomitmen melakukan pengawasan terhadap produk yang kemungkinan tidak memenuhi syarat. (asr)

Share

Video Popular