Dia Adalah Titisan Biarawati Zaman Mesir Kuno

462
Dorothy Eady, adalah kekasih Firaun pada masa kehidupannya dahulu ribuan tahun silam. (Internet)

Apakah Anda percaya dengan reinkarnasi? Banyak orang percaya bahwa reinkarnasi itu nyata, banyak contoh kasusnya di seluruh dunia, dan orang-orang dalam kasus ini rupanya mampu mengingat kehidupan dahulu mereka.

Salah satu kisah reinkarnasi yang paling menarik perhatian di antara sekian banyak contoh kasus terkait adalah reinkarnasi dari Dorothy Eady.

Suatu ketika, Dorothy Eady atau yang juga dikenal sebagai Omm Seti (Ibunda Seti) mengatakan, bahwa dalam kehidupan dahulunya, dia pernah dikenal sebagai Bentreshyt. Sementara Temple of Seti (Kuil Seti) adalah sebuah taman taman yang indah yang dikelilingi oleh pohon-pohon. Tapi kala itu, arkeolog tidak menemukan jejak taman.

Tapi satu hari, arkeolog menemukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, diluar dugaan mereka menemukan sebuah taman. Namun, ini bukan taman biasa yang dapat disaksikan dimana saja di Abydos, lokasi taman ini adalah tempat yang diceritakan Dorothy.

(Kiri) Dorothy Eddie atau Omm Seti (Ibunda Seti). Pengalaman yang gaib membuatnya kembali mengingat banyak kenangan dalam kehidupan dahulunya. (Internet)

Ada anak-anak di berbagai belahan dunia mungkin bisa menceritakan kisah tentang kehidupan dahulu mereka, meskipun banyak orang tua menganggap bahwa cerita-cerita itu tak lebih dari khayalan anak-anak semata. Tetapi ada beberapa cerita yang tidak begitu mudah dipahami, yakni cerita tentang Dorothy Eady, seorang wanita dari titisan biarawati zaman mesir kuno.

Dorothy lahir pada 16 Januari 1904 di kota pinggiran London, Blackhearth. Saat berumur 3 tahun, Dorothy kecil terjatuh dari lantai atas rumahnya dan mencederai bagian kepalanya. Ketika itu, Dorothy dalam keadaan koma dan dokter menyatakan kematiannya.

Anehnya, entah bagaimana terjadinya, saat Dorothy akan disemayamkan, gadis kecil itu tiba-tiba bangkit kembali dari kematian dalam kondisi segar bugar. Dan sejak kebangkitannya itu, segenap dirinya mengalami perubahan drastis. Perilakunya bukan lagi berperilaku layaknya anak-anak usia 3 tahun pada umumnya. Dalam berbagai kesempatan, Dorothy kecil meminta orang tuanya agar membawanya pulang ke rumahnya di Mesir.

Dorothy kecil selalu berkisah tentang Mesir Kuno, dinasti Firaun Seti I dan mampu mendeskripsikan kehidupan di sekitar kuil Mesir Kuno ribuan tahun silam. Dorothy Eady juga kerap menuntut ayah ibunya untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya. Ayah dan ibunya yang keturuan Irlandia itu sama sekali tak mengerti maksud putri mereka tentang “pulang ke tempat tinggalnya”.

Seiring dengan bertambahnya usai, Dorothy Eady semakin berminat dan tertarik pada literatur dan semua hal yang bernuansa Mesir. Suatu ketika ia diajak berkunjung ke British Museum di London, Dorothy Eady begitu tergila-gila dengan ruang pamer benda-benda peninggalan Mesir Kuno.

Ia merasa bahwa semua peninggalan Mesir Kuno itu adalah bagian dari kehidupannya. Ia menciumi patung-patung Dewa Mesir, memeluk peti-peti mummy dan bertingkah aneh dengan suaranya yang tiba-tiba menjadi lebih berat dan sarat kerinduan ketika berkata, “Ini adalah bagian dari keluarga dan rumahku!”

Saat menginjak usia 15 tahun, Dorothy mulai mempelajari sejarah Mesir, dan ini adalah pertama kalinya dia bermimpi tentang mumi Firaun Seti.  Para pakar di British Museum dan ahli Mesir Kuno terperanjat akan pengetahuan dan kemahiran Dorothy dalam menuliskan dan menerjemah hiroglif Mesir Kuno dan kedalaman pengetahuannya tentang detail kuil-kuil Mesir Kuno dari zaman Firaun Seti I. Padahal Dorothy sama sekali tidak pernah belajar dan dibimbing dalam hal tersebut, namun kemampuan itu muncul begitu saja dengan sangat mengagumkan.

Pada 1932, Dorothy pindah ke Mesir, di sana ia hidup bersama dengan suaminya, Eman Abdel Meguid.  Eman adalah seorang mahasiswa Mesir yang dikenalnya di Inggris. Setelah tiba di Mesir, Dorothy mencium lantai, karena ia tahu telah pulang ke rumahnya di Mesir, dan memutuskan akan tinggal selamanya di Mesir. Belakangan, Dorothy mengandung seorang anak laki-laki dan diberi nama Seti, dan hal ini juga membuat Dorothy Eady berganti nama Omm Seti, yang berarti ibunda Seti.

Dorothy memang menghabiskan masa tuanya di kuil Osiris di Abydos, dan menjadi penjaga kuil kuno tersebut, karena kemampuan dan keahliannya tentang Mesir Kuno yang amat spektakuler. Apakah Dorothy memang reinkarnasi dari seorang wanita yang pernah hidup ribuan tahun lalu di sebuah kuil di Mesir?

Walau sebagian orang tak yakin akan teori reinkarnasi, setidaknya masih menyisakan tanya dari mana semua pengetahuan Dorothy Eady tentang detail Mesir Kuno?

Ia sangat mahir menerjemahkan hiroglif Mesir Kuno tanpa pernah belajar. Bisa memberikan gambaran tepat tentang beberapa detail kuil Osiris di Abydos yang dibangun pada dinasti Firaun Seti I.

Selama bertahun-tahun, Dorothy selalu membantu para arkeolog melakukan penelitian, dan sekaligus membuktikan fakta tentang kenangan kehidupannya dahulu. Selama lebih dari 20 tahun, Dorothy Eady yang berganti nama menjadi Omm Seti pun kembali ke Abydos pada 1956.

Dorothy Eady pernah ikut sebagai pembantu utama dalam proyek penelitian Dr Selim Hassan yang kemudian mempublikasikan Penggalian Situs Giza. Ia pernah juga bekerja pada Dr Ahmed Fakhry sebagai konsultan dan asisten pada penelitian piramid di Dahshur. Dalam dua studi dan penggalian situs Mesir kuno ini perannya sangat menonjol dan sungguh mengagumkan kedua pakar Mesir kuno itu.

Dorothy sangat memahami budaya dan arsitektur serta sistem pemujaan dewa-dewa di zaman Mesir Kuno. Ia memberikan gambaran yang detail, menerjemahkan hiroglif degan mudah, dan memberi saran-saran ilmiah yang ternyata sejalan dengan fakta sejarah yang kemudian ditemukan para ahli Mesir.

Para peneliti mengungkapkan bahwa Dorothy memiliki pengetahuan yang tak dimiliki oleh para ahli yang telah bekerja di Mesir selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah Egiptolog asal Inggris, Kenneth Kitchen. Walaupun ia tak mau mengakuinya secara terbuka, sebuah sumber tertulis meyakini bahwa ahli Mesir Kuno itu memercayainya.

Dorothy meninggal pada usia 77 tahun dan dimakamkan di Coptic, Abydos. Ia percaya bahwa kematian akan mempertemukannya dengan kekasihnya, Firaun Seti I.

Para penganut skeptisisme selalu bersikap hati-hati atas hal ini, namun, banyak orang Mesir yang percaya dengan Dorothy. Mereka percaya Bentreshyt (nama Mesir Dorothy) pernah hidup dan bereinkarnasi kembali semasa kekuasaan Firaun Seti ribuan tahun silam. (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)