Pejabat pemerintah federal AS di waktu lalu berulang kali menyatakan bahwa AS mampu menghalau peluru kendali balistik antar benua (ICBM) yang mengancam benua AS.

Namun menurut laporan tahunan Departemen Pertahanan Kantor Pengujian Senjata AS yang dikeluarkan baru-baru ini mengatakan bahwa kemampuan dalam menangkis serangan ICBM memiliki keterbatasan.

Fox News pada Selasa (10/1/2017) memberitakan, berhasil tidaknya kemampuan untuk menangkis serangan ICBM menjadi tolok ukur dalam mengimbangi kekuatan militer Korea Utara. Hal itu juga menjadi perhatian dari negara-negara sekutu AS.

Meskipun demikian, laporan tahunan Departemen Pertahanan Kantor Pengujian Senjata AS mengatakan bahwa, jika Korea Utara atau Iran meluncurkan peluru kendali balistik antar benua ke AS, maka pertahanan AS menjadi terbatas.

Laporan menyebutkan, meskipun AS telah menyebarkan perangkat pencegat dari darat (interceptors) yang ditempatkan di wilayah Alaska dan California, tetapi karena kurang diujicobakan fungsinya, sehingga sulit untuk memastikan kemampuan pencegatannya.

Menghadapi laporan tahunan tersebut, Ketua Badan Pertahanan Rudal (MDA) AS, James Syring kepada media ‘Bloomberg’ mengatakan bahwa ia “sangat percaya” dengan sistem intersepsi AS yang sudah dibangun.

“Jika Korea Utara menyerang AS dengan peluru kendali balistik antar benua. saya yakin  kemampuan pencegatan interseptors kita akan berfungsi dengan baik,” katanya.

Kim Jong-un dalam pidato menyambut tahun baru 1 Januari 2017 mengatakan bahwa ICBM mereka sudah memasuki tahap akhir dalam pengembangannya, dan diharapkan dalam waktu dekat sudah dapat diujicoba-luncurkakan ke benua AS. Tetapi Trump dalam Twitternya menyebutkan, “Itu tidak akan terjadi !”

Kantor Berita Korea Utara KCNA melaporkan, juru bicara Departemen Luar Negeri Korea Utara pada 8 Januari mengatakan, “Pemimpin tertinggi Korea Utara berhak untuk memutuskan kapan dan ke mana saja peluru kendali balistik antar benua milik Korea Utara hendak ditembakkan.” (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular