JAKARTA –  Laporan akhir tahun 2016 pelapor khusus Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) Komisi Nasional HAM menyebutkan bahwa jumlah tahun lalu mencapai 97 pengaduan yang meningkat dibandingkan pada tahun 2015 berjumlah 87 pengaduan dan pada 2014 berjumlah 76 pengaduan.

Koordinator Desk Kebebasan Berekspresi dan Beragama (KBB) Komnas HAM,  Jayadi Damanik mengatakan peningkatan angka pada setiap tahun pada tiga tahun terakhir ini menjadi  keprihatinan didominasi tentang tempat ibadah.

“Permasalahanya addalah kasus paling banyak, pembatasan, pelarangan dan perusakan tempat ibadah,” kata Jayadi didamping Pelapor Khusus KBB Komnas HAM, Imdadun Rahmat, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Secara rinci, jumlah pengaduan pelanggaran hak atas KBB yang diterima Komnas HAM pada 2016 berjumlah 97 pengaduan dengan rata-rata 8 pengaduan per bulan. Jumlah ini meningkat dari jumlah pengaduan pada 2015 yang berjumlah 87 pengaduan dengan rata-rata 7 pengaduan per bulan. Meski demikian, Jumlah ini tak mencerminkan jumlah pelanggaran  sesungguhnya, karena kasus-kasus yang diadukan hanya sebagian kecil dari kasus-kasus yang ada.

Catatan laporan KBB menyebutkan, meningkatnya jumlah pengaduan pada tahun ini dapat dilihat sebagai indikator bahwa jumlah pelanggaran hak atas KBB pada tahun 2016 ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Fakta ini juga dapat menjadi indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus pelanggaran hak atas KBB yang mereka alami kepada Komnas HAM.

Sepanjang 2016,  Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah pengaduan tertinggi yakni 21 pengaduan, diikuti DKI Jakarta berjumlah 19 pengaduan. Sedangkan pada posisi kedua daerah ini sama dengan temuan pada 2015.

Temuan mengejutkan pada 2016 adalah Sulawesi Utara menjadi daerah dengan jumlah pengaduan tertinggi ketiga yakni 11 pengaduan.  Padahal pada 2015 hanya ada 1 pengaduan dari daerah ini. Hal ini nampaknya tidak lepas dari ada beberapa permasalahan penolakan masjid yang belum terselesaikan di daerah ini.

Data yang dibeberkan KBB,  ditemukan bahwa permasalahan pembatasan/pelarangan dan perusakan tempat ibadah menjadi kasus yang paling banyak berjumlah 44 pengaduan, diikuti permasalahan pembatasan dan pelarangan ibadah atau kegiatan keagamaan berjumlah 19 pengaduan.

Pada tahun ini, terkait isu pendirian tempat ibadah, terjadi peningkatan pengaduan, namun pada isu pelarangan kegiatan keagamaan terjadi penurunan. Permasalahan yang juga banyak diadukan pada tahun 2016 ini adalah ancaman atau intimidasi terhadap kelompok keagamaan berjumlah 12 pengaduan.

Sedangkan korban terbanyak dari kasus-kasus yang diadukan ke Komnas HAM pada tahun 2016 adalah tempat ibadah umat muslim, yakni masjid dan mushalla yakni 24 pengaduan. Catatan KBB, angka ini dikarenakan  masih belum terselesaikannya permasalahan pendirian beberapa masjid dan mushalla di Indonesia bagian Tengah dan Timur, antara lain yang di Denpasar Bali, Bitung dan Manado  dan Manokwari.

Selain di bagian Timur Indonesia,  termasuk di dalam data KBB adalah beberapa pembatasan dan pelarangan pembangunan masjid milik warga Muhammadiyah di Bireun Aceh dan beberapa pelarangan masjid Ahmadiyah di Jawa Barat. (asr)

 

Share

Video Popular