Akar fenomena kekacauan kontemporer Tiongkok

Lebih dari 60 tahun dibawah kekuasaan PKT (Partai Komunis Tiongkok), hampir 100 juta orang Tiongkok tewas secara tidak wajar. 5000 tahun budaya yang diandalkan masyarakat dan bangsa Tiongkok untuk kelangsungan hidup mereka telah dihancur-leburkan.

Setelah lingkungan hidup di Tiongkok mengalami pencemaran yang luar biasa, ketertiban dan moralitas tradisional telah dirusak, masyarakat Tiongkok menjadi kacau balau. Korupsi, penipuan, pemalsuan, manipulasi, jual beli jabatan/gelar, prostitusi dan triad merajalela. Kepercayaan masyarakat terhadap moralitas sosial dan masa depan diliputi kegamangan.

PKT merupakan akar penyebab kekacauan Tiongkok masa kini. PKT melalui serangkaian gerakan politik dan propaganda ateisme Marxisme, telah menghancurkan budaya dan kepercayaan tradisional masyarakat Tiongkok yang sudah berkelanjutan selama beberapa ribu tahun, sehingga Konfusianisme (ajaran Khonghucu), Buddhisme dan Taoisme serentak dimusnahkan, kebajikan, keadilan, tata krama, kecerdasan dan kepercayaan tidak ada lagi yang tersisa. Kemusnahan moralitas telah mengakibatkan krisis kehidupan bangsa.

Akar sumber kekacauan kontemporer AS dan Eropa

Kemunculan dan kebangkitan Amerika Serikat adalah pengaturan sejarah. Budaya tradisional AS dan Eropa berasal dari sumber yang sama dan merupakan kelanjutan dari budaya Eropa. Sekarang dalam banyak aspek politik, ekonomi dan budaya, Amerika Serikat dan Eropa sedang menghadapi krisis yang hampir sama.

Amerika Serikat adalah sebuah negara yang didirikan berlandaskan pada moralitas dan iman.  Konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan AS pada menekankan bahwa dibawah Sang Pencipta semua orang memiliki hak yang sama, banyak dari Pendiri dan Bapak Negara AS adalah orang-orang yang bermoralitas tinggi. Konstitusi adalah landasan Negara AS, gagasan utamanya adalah politik dan agama terpisah (sekularisme) dan kebebasan HAM.

Sedangkan kedua gagasan itu bersumber dari agama Kristen Protestan dan ajaran Yesus dalam Alkitab, yang disebut “biarkanlah yang wewenang Allah, Allah yang mengatasi, yang wewenang Kaisar, Kaisar yang menangani (pemisahan antara agama dan pemerintahan) dan Sola Fide: Pemahaman iman yang sangat mengandalkan iman kepada Yesus Kristus (manusia memiliki hak asasi sejak dilahirkan).”

Namun, sejak abad terakhir, dunia Barat yang dipimpin oleh AS telah muncul kemerosotan moral, sebagai simbol adalah masuknya teori evolusi dan ateisme ke dalam buku pelajaran sekolah menengah di Amerika Serikat.

Pada 1959 adalah 100 tahun publikasi teori evolusi Darwin. Sejumlah ilmuwan yang menganjurkan teori evolusi sekali lagi mempertanyakan kenapa sekolah tidak mengajarkan teori evolusi. Akhirnya sejak 1960-an, buku pelajaran sekolah menengah memasukkan teori evolusi menggantikan teori penciptaan. Para penganjur teori evolusi bahkan berupaya melalui gugatan pengadilan hendak menggulingkan undang-undang yang hanya mengijinkan sekolah mengajarkan teori penciptaan.


Lantaran kedua faktor dominan: ateisme dan teori evolusi Darwin itulah, yang telah menyebabkan tradisi dan standar moral orang Amerika merosot dengan cepat. (Inetrnet)

Pada  1960-an, Mahkamah Agung AS melarang berdoa dan membaca Alkitab dilakukan di dalam sekolah, sementara itu masyarakat telah memasuki era kebebasan seks. Pada  1970-an, melalui legalisasi aborsi secara nasional hingga kini telah menyebabkan hampir 60 juta bayi yang tewas dalam rahim sang ibu.

Pada  1980-an, muncul gerakan legalisasi homoseksual dan perkawinan sesama jenis kelamin, melalui waktu 30 tahun yang sangat pendek. Sekarang perkawinan sejenis dilegalkan secara nasional, juga muncul gerakan pencampurbauran gender, pria dan wanita LGBT diperbolehkan menggunakan toilet yang sama.

Di balik gerakan-gerakan tersebut, ateisme dan teori evolusi adalah faktor dominan. Justru karena kedua faktor itulah, yang telah menyebabkan tradisi dan standar moral orang Amerika merosot dengan cepat.

Eropa merupakan tempat asal muasal peradaban dan tradisi Barat namun juga adalah tempat lahirnya teori evolusi, komunisme dan ateisme. Dilihat secara permukaan, Eropa dimasa sekarang, terutama setelah Eropa pasca terbentuknya Uni Eropa, disebabkan karena pernah memiliki nilai-nilai moral tradisional dan superioritas model sosial, maka sisi kebanggaan yang ditunjukkan kepada dunia adalah: Kebebasan, Kesetaraan, Hukum, Kemakmuran, Keberagaman dan Persatuan.

Namun, Eropa saat ini sedang menghadapi depresi ekonomi, melubernya kedatangan pengungsi, serangan teroris dan berbagai krisis lainnya. Pada dasarnya ada satu sebab yang mudah diabaikan oleh dunia luar dan itu adalah model sosial serta gagasan liberalisme yang merajarela dan sekularisasi dan lain sebagainya yang diterapkan di Eropa. Sumbernya didirikan di atas teori evolusi dan ateisme.

Dengan kata lain, Eropa modern sekarang sudah meninggalkan Ketuhanan dan tradisi, barulah menyebabkan kekacauan yang terjadi di Eropa saat ini.

Fajar dan harapan di tengah perubahan besar 2017

Selama lebih dari satu abad ini, di dunia muncul gerakan komunisme yang mengagungkan kekerasan dan perjuangan kelas, telah membawa kepada umat manusia peperangan, kelaparan, bencana-bencana besar dan pembantaian serta ratusan juta nyawa tewas secara tidak wajar.

Namun, setelah kubu komunisme terceraiberai dan Perang Dingin berakhir pada abad terakhir, momok komunisme masih saja gentayangan di dunia. Kekacauan dunia sekarang ini berkaitan sangat erat dengan momok itu.

Komunisme dan Partai Komunis datang ke dunia dengan melakukan kejahatan sangat besar. Di Timur, terutama adalah pembantaian ratusan juta jiwa. Di Barat, terutama adalah budaya tradisional umat manusia yang bermetaformofosis, menghancurkan akhlak dan hubungan sesama manusia, agar manusia kehilangan berkah Allah.

Disaat nilai-nilai tradisional terus-menerus diserang dan dirongrong oleh berbagai macam konsep metaformosa modern sehingga moralitas diambang keruntuhan, berbagai kekacauan sosial akan timbul seiring keruntuhan moral ini. Kasih, kebajikan, saling percaya, ketulusan dan toleransi, semuanya ini sudah menjauh dari umat manusia. Sedangkan obat yang dapat menyelesaian segala permasalahan ini adalah membangun kembali nilai-nilai moralitas tradisional.

Pada 2017, Shen Yun Divine Performing Arts AS yang memunculkan kembali 5000 tahun budaya pewarisan dewata Tiongkok sedang menggelar pertunjukan keliling dunia ke 11 sejak didirikan pada 2006.

Selama 10 tahun ini melalui beberapa ribu kali pertunjukan di dunia, telah meletakkan fondasi agar umat manusia kembali ke budaya tradisional dan moralitas, telah menunjukkan arah yang jelas.  Pertunjukan Shen Yun telah menggugah kerinduan manusia terhadap kembalinya moralitas tradisional, memberi harapan kepada umat manusia yang sedang berada dalam pergolakan.

Pada 2017, bakal menjadi tahun dimana sejarah terjadi perubahan besar dan alam semesta dibentuk ulang. Umat manusia kembali ke tradisional, menjaga moralitas dan kebajikan adalah fajar dan harapan dalam perubahan besar tahun 2017 ini.  (lin/whs/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular