JAKARTA – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengutuk perkosaan yang diakhiri dengan pembunuhan dan dilakukan secara berkelompok (gang rape) terhadap anak perempuan (KM) usia 4 tahun di Sorong,  Papua Barat.

Ketua Komnas Perempuan, Azriana  menyampaikan  rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban. Komnas Perempuan juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat kepolisian menangkap ketiga terduga pelaku perkosaan dan pembunuhan tersebut.

Menurut Azriana, berulangnya kasus perkosaan terhadap anak di tengah gencarnya upaya memberikan hukuman dengan pemberatan kepada pelaku, memperlihatkan bahwa  penghapusan kekerasan seksual tidak bisa hanya menggunakan pendekatan hukum semata .

Langkah  yang perlu dilakukan, kata Azriana adalah disertai upaya yang sistematis, komprehensif dan terukur dalam pencegahan, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat lembaga/tokoh-tokoh  agama dan adat.

“Meningkatnya pelaku kekerasan seksual dengan pembunuhan dari kalangan usia anak, menunjukkan ada persoalan dengan sistem pendidikan kita dan melemahnya sistem sosial yang melindungi anak dari kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku,” katanya dalam siaran pers, Jumat (13/1/2017).

Bagi Komnas Perempuan, mengaitkan miras dan pornografi dalam kekerasan  seksual yang dilakukan anak, tidak cukup hanya sebatas identifikasi semata, tanpa upaya menjauhkan/melindungi anak dari miras dan pornografi.  Langkah tepatnya adalah tindakan secara sistematis, komprehensif dan terukur, termasuk dalam hal ini memutus jaring pemasok miras ke daerah.

Terhadap kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap anak perempuan di Sorong Papua Barat ini, Komnas Perempuan menegaskan perlu menjadi pengingat, terutama pemerintah, bahwa respon terhadap kekerasan seksual harus dilakukan secara serius, tidak hanya ketika ada kasus yang terpublikasi oleh media. (asr)

Share

Video Popular