Debat Panas Perdana Cagub dan Cawagub DKI Jakarta

237
Lalu lintas di pusat kota Jakarta pada 22 Oktober 2013 (BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)

JAKARTA – Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta memulai debat perdana yang diselenggarakan oleh KPUD Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017) malam. Tema yang dibahas para calon adalah sosial ekonomi, lingkungan dan transportasi, serta pendidikan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kondisi Jakarta memprihatinkan yang harus diselesaikan. Sederet persoalan yang disebut Agus yakni masalah banjir, macet, daya beli menurun, soal sampah yang membuat kualitas hidup menurun.

Pada kesempatan itu, Agus juga menilai semestinya rakyat dan pemerintah saling berpadu untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Bagi Agus, hal-hal yang dikhawatrikan justru terjadi dikarenakan masyarakat taku kepada pemerintahnya.

Oleh karena itu, jika terpilih sebagai Gubernur maka Agus berjanji akan berdiri terdepan bersama warga Jakarta untuk mengubah Jakarta menjadi kota yang modern, unggul, tetap manusiawi dan berjati diri berkarakter pada Jakarta dan Indonesia.

Pasalon nomor urut dua, Ahok mengungkapkan hasil kinerjanya selama memimpin DKI Jakarta selama satu periode.  Saat memimpin Jakarta, bagi Ahok, membangun Jakarta terutama visi dan misinya dengan indikator terukur yakni indeks pembangunan manusia (IPM).  Ahok menyebut IPM di Jakarta IPM 78,99, kurang 0,01 saja dari tingkat dunia yang tinggi.

Bagi Ahok, kunci utama meningkat IPM adalah perbaikan birokrasi di pemerintahan dengan konsep harus melayani dengan bersih, transparan dan profesional. Tanpa pejabat publik bersih dan transparan, kata Ahok, tak mungkin program sosial ekonomi atau apapun akan tercapai.

Meski demikian, Ahok menuturkan dirinya sangat memaklumi selama empat tahun lebih banyak warga Jakarta hanya melihat penampilan dirinya secara pribadi yakni bersifat tempramental serta adanya kesalahpahaman tentang dirinya. Akan tetapi, Ahok bersyukur sebagian masyarakat masih ada yang melihat kinerja nyata dirinya selama memimpin Jakarta.

Paslon nomor urut tiga, Anies Baswedan mengatakan dirinya hadir dengan membawa pengalaman dan pengetahuan untuk memimpin Jakarta sebagai wadah mengabdi bagi masyaraat Jakarta. Menurut Anies, keberagaman warga Jakarta tak berarti warga hanya ingin KTP Jakarta, namun untuk merasakan kesejahteraan dan keadilan.

Bagi Anies, pihaknya akan memprioritaskan pendidikan dan lapangan kerja sebagai langkah memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi semua warga Jakarta. Aspek pendidikan berkualitas juga harus tuntas, sehingga anak-anak diharapkan berakhlak dan berkompeten.

Tak hanya soal pendidikan dan lapangan kerja, Anies menyoroti kehadiran narkoba di tengah masyarakat. Pasalnya, kejahatan narkoba dinilai menjadikan sosial ekonomi tak bermakna. Oleh karena itu, Anies menegaskan persoalan narkoba yang membuat rakyat dan orang tua di Jakarta menderita, sudah seharusnya diselesaikan secara tuntas.

Debat yang berlangsung selam 120 menit dengan 4 panelis yakni Dr Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof Dr Aceng Rahmat, M.Pd (dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), Dr Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti) dan Dr Enny Sri Hartati (direktur Institute For Development of Economics and Finance). Debat dipandu oleh Dwi Noviratri Koesno atau Ira Koesno. (asr)