Hilal Elver, wakil khusus PBB untuk hak atas pangan, mengatakan kenaikan produksi pangan industri yang dikombinasikan dengan liberalisasi perdagangan telah memungkinkan perusahaan besar membanjiri pasar global dengan makanan murah, miskin nutris yang memaksa orang miskin untuk memilih antara kelayakan ekonomi dab gizi, yang secara efektif melanggar hak kaum miskin untuk mendapatkan makanan yang memadai.

“Dalam kerangka hak asasi manusia, negara berkewajiban untuk memastikan langkah-langkah efektif untuk mengatur industri makanan, memastikan bahwa ruang kebijakan gizi yang bebas dari pengaruh sektor swasta dan menerapkan kebijakan komprehensif yang memerangi kekurangan gizi dalam segala bentuknya,” kata Hilal Elver pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu.

Elver mengatakan bahwa negara-negara harus mengambil langkah jauh ke depan untuk memastikan persyaratan minimum yang diperlukan untuk kelangsungan hidup rakyatnya dan memastikan rakyatnya memperoleh makanan bergizi yang memadai. Dia mengatakan bahwa masyarakat internasional gagal untuk memenuhi secara global target nutrisi yang disepakati yang berusaha meniadakan kekurangan gizi dalam segala bentuk.

Dia mengatakan bahwa sementara ini terdapat hampir 800 juta orang hidup dalam kelaparan di seluruh dunia, lebih dari 2 miliar orang menderita kekurangan gizi mikro dan 600 juta orang menderita obesitas, yang berarti dapat dianggap hampir setengah populasi dunia tidak memperoleh makanan yang memadai.

Elver mengatakan ia sangat prihatin dengan strategi pemasaran yang agresif untuk mempromosikan junk food kepada anak-anak dan negara-negara berkembang. Dan ia meminta pemerintah untuk menjauhi sistem industri pangan dan merangkul sistem pangan yang lebih berkelanjutan berdasarkan keseimbangan ekologis.

“Langkah pertama adalah mengenali nutrisi sebagai komponen penting dari hak manusia untuk pangan, yang diperkuat dengan memantau pertanggungjawaban dan transparansi,” kata Elver.(AP/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular