Oleh: Gu Qinger

Struktur keorganisasian Partai Komunis Tiongkok (PKT), lembaga kekuasaan kepemimpinan tertinggi adalah Politbiro Sentral PKT. Sedangkan Komite Tetap Politbiro Sentral merupakan Badan Pengambilan Keputusan Tertinggi.

Komite Tetap juga disebut sebagai kotak hitam paling top PKT. Ia merupakan sebuah produk permainan perebutan kekuasaan di dalam struktur PKT. Pertikaian di dalam internal dan eksternal Komite Tetap senantiasa bagaikan gelombang bergelora tiada henti.

Pada Kongres Nasional PKT ke-16 yang diselenggarakan November 2002, Presiden Jiang Zemin menjelang pensiun takut mengalami perhitungan atas perbuatan jahatnya, walau ingin terus berkuasa mau tak mau harus melepas juga jabatan sekjen PKT.

Namun lalu memaksakan anggota Komite Tetap dari 7 orang ditambah hingga 9 orang, memasukkan orangnya dari Komite Politik dan Hukum dan Propaganda ke dalam Komite Tetap, serta dibuat setiap anggota menjadi oligarki (orang terkemuka di bagian sendiri). Masing-masing menguasai penuh bagiannya, sehingga Hu Jintao sebagai kepala Negara dan Wen Jiabao sebagai Perdana Menteri tidak memiliki kekuasaan riil.

Sejak Xi Jinping naik tahta, ia melakukan reformasi di berbagai bidang dan mengalami tantangan amat kuat dari kelompok kepentingan grup Jiang. Menurut laporan, pemerintah Xi sejak dini telah memahami bentuk pengambilan keputusan terakhir PKT saat itu, yaitu dengan modus manajemen desentralisasi Komite Tetap Politbiro yang telah manjadi belenggu bagi pelaksanaan reformasi secara menyeluruh.

Pada Kongres Nasional PKT ke-18 (2013), “Sistem 9 anggota Komite Tetap” diubah kembali menjadi “Sistem 7 anggota Komite Tetap”. Sejak Xi naik tahta, demi menghindari dan memperlemah kekuasaan maupun gangguan dari orang-orang grup Jiang, maka hanya dapat melaksanakan policynya dengan membentuk “Team penanganan negara”.

Pemerintahan Xi melalui gerakan anti KKN telah mencopot sekelompok besar pejabat teras grup Jiang, bersamaan itu terus-menerus menarik kembali kekuasaan ke dirinya. Berturut-turut telah mendirikan belasan team seperti, “Team Reformasi Lanjutan”, “Team Komite Keamanan Negara”, “Team Kepemimpinan Keuangan dan Ekonomi”, “Team Penegak Keamanan Jaringan dan Informasi” dan lain-lain, Xi sendiri merangkap sebagai pimpinan/ketua berbagai team tersebut.

Menurut laporan majalah Hongkong 01 , Xi Jinping menggunakan “Team penanganan negara” untuk menggantikan sistem politbiro, team-team tersebut dijadikan sebagai lembaga kekuasaan tertinggi pengoperasian politik, sehingga dapat terhindar dari berbagai belenggu sistem lama.

Laporan juga menyebutkan, modus pengambilan keputusan dari sistem terdahulu, yang paling menonjol kekacauannya adalah “9 Naga menangani pengairan dan masing-masing pihak menangani bidangnya sendiri”.

Ada media menganalisa bahaya dan kerugian “9 Naga menangani pengairan.” Situasi seperti itu pada hakikatnya merupakan oligarki yang berarti pejabat tinggi mengendalikan kekuasaan negara dan mengakibatkan negara terjerumus ke dalam kondisi faksional atau kelompok-kelompok yang terpecah-belah untuk melakukan penjajahan.

Bersamaan itu, situasi tersebut telah mengakibatkan korupsi pejabat di seluruh negeri merajalela dan penguasa melakukan perampasan hak dengan sewenang-wenang.

Laporan beranggapan, berhubung situasi telah sampai pada kondisi terlampau berat dan sulit untuk diperbaiki, maka melaksanakan reformasi yang lebih mendalam dan lebih luas, sudah tidak dapat terhindar lagi dari halauan dan penentangan dari berbagai pihak.

Team-team tersebut tidak seperti yang dilaporkan oleh kalangan media asing bahwasanya hanya untuk memusatkan kekuasaan, namun merupakan sebuah metode penanganan yang efektif dalam menjebol rintangan terhadap reformasi dan melepas belenggu dari lembaga-lembaga birokrasi.

Media asing juga ada yang melaporkan, walau Xi telah menjabat sebagai kepala negara dan ketua Komite Militer Pusat, Xi tetap merangkap sebagai ketua berbagai team-team tersebut. Ini menunjukkan tanda ketidak-puasannya terhadap sistem politbiro, juga terhadap seluruh sistem kelembagaan PKT sekarang ini.

Dalam 7 anggota Komite Tetap sekarang ini, 3 diantaranya merupakan kepercayaan Jiang Zemin yakni: Zhang Gaoli, Liu Yunshan dan Zhang Dejiang. Ditengah tindakan gempuran Xi terhadap Jiang, perselisihan ketiga orang itu terhadap Xi juga semakin meruncing dan secara serius telah menghalangi pengendalian Xi dalam menjalankan pemerintahan.

Seiring dengan semakin mendekatnya “Kongres Nasional PKT ke-19” di akhir tahun ini, pemerintahan Xi terus mengeluarkan sinyal untuk menghapus sistem Komite Tetap dan mendirikan sistem Presidensil.

Media Hongkong pada Mei tahun lalu pernah melaporkan, Jika Xi dapat membendung segala gangguan pertarungan dari berbagai pihak, sistem PKT akan mengalami perubahan yang sangat signifikan yang tidak terbayangkan oleh berbagai pihak.

Komite Tetap Polibiro akan dihapus dan akan menjebol peraturan batas usia pejabat yang disebut “7 naik 8 turun”(batasan bagi anggota komite tetap, usia 67 boleh menjabat, usia 68 harus turun), serta menghapus hak penunjukan pemimpin ketua PKT dua generasi berikutnya. Semua ini bisa saja dilaksanakan secara bertahap.

Perihal penghapusan sistem politbiro, anggota lembaga pemikir mantan PM Zhao Ziyang,  profesor jurusan sejarah dan politik Universitas Victoria Kanada Wu Guoguang pada Juli tahun lalu pernah menyampaikan kepada media asing, strategi Xi Jinping jika tidak dapat tercapai, maka “meja perundingan akan dijungkirkan”.

Sejak sidang Paripurna ke-6 PKT tahun lalu setelah “Kekuasaan Inti Xi” didirikan, Xi telah berkali-kali menyampaikan perkataan keras kepada anggota Politbiro dan menyampaikan kepada mereka “10 aspek tuntutan” serta “10 butir peraturan politik” dan lain-lain, melepas sinyal politik yang sangat masif.

Sebelumnya juga tersebar berbagai berita yang menyatakan bahwa Xi Jinping pada jabatan periodik yang akan datang, akan melakukan tidakan di luar dugaan. (whs/rmat)

 

Share

Video Popular