Sebuah paper kontroversial dipresentasikan pada Kongres Sains India ke-102 di Mumbai. Tulisan ini mengklaim bahwa manusia sudah menguasai teknologi antariksa dan penerbangan ruang angkasa yang canggih di India kuno, ribuan tahun sebelum Wright bersaudara menemukannya.

Paper ini disampaikan oleh Kapten Anand Bodas dan Ameya Jadhav dalam sebuah sesi yang berjudul “Sains Kuno melalui bahasa Sansekerta”. Disebutkan bahwa teks kuno India 7.000 tahun yang lalu menggambarkan pesawat mampu terbang mundur dan ke samping. Pesawat juga mampu melakukan penerbangan antar negara, benua, dan bahkan planet.

“Ada sejarah resmi dan sejarah tidak resmi,” kata Kapten Bodas, menurut The National. “Sejarah resmi hanya mencatat bahwa Wright Bersaudara menerbangkan pesawat pertama pada tahun 1903,” tetapi penemu pesawat adalah seorang bijak bernama Bharadwaja, yang hidup sekitar 7.000 tahun yang lalu. “Pesawat-pesawat kuno memiliki 40 mesin kecil.”

Topik “mesin terbang telah menjadi tema populer di kalangan para pendukung teori astronot kuno, yang berpendapat bahwa beberapa rincian adalah bukti dari kunjungan kehidupan dari planet lain. Ramayana, sebuah epos India yang muncul setidaknya 4 atau 5 abad SM, menyatakan: “The Pushpaka (Vimana) kereta yang menyerupai Matahari dan milik saudara saya dibawa oleh Rahwana yang kuat; kereta udara yang menakjubkan ini bisa terbang sekehendak hati… kereta udara yang menyerupai awan terang di langit… dan Raja (Rama) masuk, dan kereta yang sangat mengagumkan ini di bawah kendali Raghira, naik ke atas langit. ”

Kapten Bodas mengatakan bahwa India kuno telah menemukannya. Teknologi itu kemudian dilupakan karena berlalunya waktu. The Times of India melaporkan bahwa paper ini yang dipresentasikan pada konferensi yang melibatkan enam pemenang Hadiah Nobel, ilmuwan, pemenang penghargaan akademik, telah ditanggapi dengan skeptis, diklaim sebagai “pseudo-science,” dan mengandung teori yang bertentangan dengan bukti empiris karena mengutip teks-teks keagamaan kuno.

India Science Congress Association (ISCA) adalah organisasi ilmiah terkemuka dari India, dengan lebih dari 30.000 anggota ilmuwan. Visi ISCA adalah untuk mempublikasikan jurnal, mengadakan konferensi dan mempromosikan ilmu pengetahuan.

Ilmuwan NASA Dr. Ram Prasad Gandhiraman memulai petisi online sebelum konferensi diadakan untuk menentang materi tertentu yang dianggap mencampurkan ilmu pengetahuan, mitologi, dan politik nasionalis Hindu.

Namun, yang lainnya seperti seorang ilmuwan India yang menghadiri konferensi dari Amerika Serikat, tampaknya menemukan pemeriksaan catatan kuno sebagai hal yang menarik. Ia mengatakan, “Pengetahuan selalu tumbuh, alirannya tidak pernah berhenti. Jadi, jika semua pengetahuan ini ada pada jaman kuno, saya perlu tahu di mana ia berhenti. Mengapa ia gagal untuk tumbuh? Mengapa tidak ada kemajuan? Kapan berhenti? Saya tidak tahu kronologi kejadian, tapi saya pasti mau belajar lebih banyak dan mencari tahu.” (TheEpochTimes/AncientOrigins/Dpr)

Share

Video Popular