Oleh Zhang Ting

Media Inggris ‘the Sunday Times’ memberitakan bahwa presiden AS terpilih akan berkunjung  ke ibukota Islandia untuk bertemu dengan Presiden Putin setelah pelantikannya nanti. Media mengatakan, memilih tempat itu memiliki makna khusus.

Berita mengutip apa yang disampaikan oleh tim pembantu Trump kepada pejabat Inggris menyebutkan bahwa dalam beberapa pekan setelah pelantikan sebagai presiden, perjalanan diplomatik pertama Trump adalah menemui Vladimir Putin. Dan tim pembantu Trump telah menetapkan ibukota Islandia, Reykjavik sebagai tempat pertemuan.

Trump akan mengangkat masalah senjata nuklir dalam pertemuan guna memperoleh kesepakatan pandangan dengan Putin. Meskipun laporan tidak merinci isi pembahasan lebih jauh. Namun pejabat Kedutaan Besar Rusia untuk Inggris di London mengatakan bahwa pihak Moskow telah menyetujui pertemuan tersebut.

Oktober 1986 mantan Presiden AS Ronald Reagen 2 kali datang ke pertemuan di Reykjavik untuk membahas isu yang sama dengan mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, Traktat INF (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) lahir pada 1987 dan kedua belah pihak sepakat untuk menghancurkan rudal jarak menengah mereka masing-masing.

‘Sunday Times’ mengatakan bahwa diaturnya tempat pertemuan itu memiliki makna khusus.

Media ‘Bloomberg’ juga menyebutkan, dipilihnya ibukota Reykjavik sebagai tempat penyelenggara perembukan besar kemungkinan ingin mengingatkan kembali tentang prakarsa bersejarah yang telah dilahirkan oleh kedua pemimpin besar dunia itu.

Namun, menurut ‘Sunday Times’, baik tim pembantu Trump maupun pejabat Rusia sampai saat ini belum memublikasikan sesuatu tentang pertemuan tersebut, begitu pula pihak Islandia juga belum menerima pemberitahuan resmi.

Juru bicara Gedung Putih yang ditunjuk Trump, Sean Spicer melalui Twitter menyebutkan bahwa berita ini tidak benar. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular