Seorang anak berusia 14 tahun di Gujarat telah memperoleh dana proyek Rp. 9.7 Triliun untuk mengembangkan drone anti ranjau darat miliknya.

Hebatnya lagi, Harshwardhan Zala, yang belajar di kelas 10, mulai mengerjakan prototipe pesawat tak berawak ini sejak tahun lalu. Ia terinspirasi oleh berita di surat kabar tentang tingginya jumlah tentara yang menjadi korban ranjau darat.

“Saya pertama kali menciptakan robot pendeteksi ranjau darat tetapi menyadari bahwa karena berat, maka itu akan memicu ledakan. Jadi saya pikir untuk menciptakan sebuah pesawat tak berawak yang akan berada pada jarak aman saat mendeteksi ranjau,” kata Harshwardhan seperti dilansir stasiun TV Amerika berbahasa Mandarin, NTDTV.

Zala menunjukkan Drone buatannya, NTDTV via Youtube

Drone ini menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi ranjau darat di bawah tanah. Detonator kecil kemudian digunakan untuk menghancurkannya secara aman. Harapannya, penemuan ini bisa digunakan untuk menyapu ranjau darat sisa perang.

Tidak seperti di Indonesia, beberapa negara di dunia masih memiliki daerah dengan ranjau darat yang cukup tinggi. Negara-negara seperti Tiongkok, Pakistan dan India memiliki sejumlah konflik perbatasan, dan menanam sejumlah ranjau darat di daerah-daerah konflik tersebut.

Pemerintah India sekarang telah menandatangani nota kesepakatan untuk membiayai pengembangan drone ini. Dua buah versi drone yang dibuat oleh anak dari India Timur ini, dikatakan jauh lebih baik dari yang digunakan oleh tentara India saat ini.

“Sebuah MoU telah ditandatangani dengan dia dan dalam beberapa hari mendatang pemerintah Gujarat akan bekerja bersama dengannya dalam proyek ini,” kata Dr. Narottam Sahu, kepala Dewan Sains dan Teknologi Gujarat (GUJCOST).

Harshwardhan, yang ayahnya adalah seorang akuntan, telah mendirikan perusahaan sendiri – Aerobatics 7 – dan berencana untuk membuat lebih banyak gadget lagi. Ia mengatakan telah tertarik pada inovasi sains selama beberapa tahun.(Erabaru/ Dhyana Pramana)

Share

Video Popular