- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sirkus Ringling Bros, AS akan Dilikuidasi Setelah 130 Tahun Menghibur Penonton

Oleh Hua Lu

Setelah selama 130 tahun menyajikan adegan-adegan yang menimbulkan gelak tawa bagi penonton di Amerika Serikat, Sirkus Ringling Bersaudara pada Selasa (14/1/2017) mengumumkan rencananya untuk mengakhiri pertunjukan alias melikuidasi organisasi pada Mei mendatang.

Sedangkan Sirkus Big Apple pada November tahun lalu telah mengumumkan kepailitan usaha, dan sejak 13 Januari tahun ini mulai melakukan pelelangan aset mereka. Dua kelompok sirkus besar tersisa di AS yang mempertontonkan adegan-adegan sirkus konvensional seperti gajah, singa, harimau, badut-badut dan akrobatik bakal hilang total dari mata penonton di AS.

Kelompok Sirkus Ringling saat ini dimiliki oleh perusahaan hiburan Feld Entertainment. CEO perusahaan tersebut Kenneth Feld kepada media mengatakan, “Kami telah membuat sebuah keputusan bisnis yang sangat sulit, Ringling akan dibubarkan setelah menyelesaikan pertunjukan terakhirnya pada bulan Mei mendatang.”

Ia menambahkan, biaya operasional yang meningkat sedangkan jumlah penonton menurun membuat perusahaan sulit untuk bertahan.

‚ÄúTerutama setelah gajah tidak lagi disertakan dalam pertunjukan, penjualan tiket menurun drastic,” jelasnya.

Untuk waktu yang lama kritikus perlindungan binatang terus mengomentari soal kesadisan dari pihak penyelenggara sirkus dalam melatih gerakan-gerakan tidak wajar dari binatang sirkus yang hanya untuk membuat senang para penonton. Sejak Ringling mengumumkan putusan likuidasi, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), sebuah organisasi hak asasi binatang yang berpusat di AS, dalam akun Twitter mereka ‘merayakannya’ dengan menuliskan kata besar Victory.

Ringling Bros. Circus yang memperoleh predikat sebagai penyelenggara pertunjukan sirkus paling menarik di dunia, didirikan oleh 5 bersaudara Ringling pada 1884. Sirkus tersebut memiliki 3 kelompok yang setiap tahunnya melakukan pertunjukan keliling di 115 kota, setiap kelompok berisikan 250 – 300 anggota.

Ringling masih akan terus eksis di 30 kota AS sampai Mei mendatang, memberikan kesempatan kepada penonton untuk menikmati pertunjukan sirkus Ringling sebelum dibubarkan.

Dibandingkan dengan Ringling, kelompok Sirkus Big Apple yang didirikan 39 tahun lalu di kota New York itu bernasib lebih tragis. Big Apple sudah menyatakan kepailitan pada November tahun lalu dan sudah mulai mengadakan pelelangan aset pada 13 Januari tahun ini.

Hanya saja, CEO perusahaan tersebut Will Maitland Weiss mengatakan, “Tujuan akhir dari pelelangan adalah menjual seluruh aset kepada pembeli yang ingin terus melanjutkan usaha di bidang hiburan khususnya pertunjukan sirkus, agar Big Apple Circus tetap eksis di kota New York”.

Waktu pelelangan sudah ditetapkan pada 5 Februari dan hasilnya akan diumumkan pada 7 Februari mendatang. (Sinatra/rmat)