Oleh Shi Xuan

3 kali gempa berskala di atas 5 SR dalam 1 jam terjadi di Italia Tengah pada Rabu (18/1/2017), sampai ibukita Roma pun ikut merasakan guncangannya.

Belum diketahui apakah ada korban karena salju yang tebal membuat transportasi menuju lokasi gempa tertutup. Warga juga mengalami kesulitan dalam mencari tempat mengungsi. Pejabat setempat melukiskan gempa yang terjadi sebagai bencana besar dan meminta bantuan dari luar.

3 kali gempa dalam 1 jam

Sebagaimana data rekaman gempa yang terdapat pada INGV (Istituto Nazionale Geofisica e Vulcanologia) menunjukkan bahwa gempa pertama dengan kekuatan 5.3 SR terjadi sekitar pukul 10:25.

Menyusul gempa berskala 5.4 SR terjadi pada pukul 11:14, dan gempa ketika muncul lagi sekitar 11 menit kemudian dengan kekuatan 5.3 SR.

Pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 9 km dari permukaan tanah di dekat kota Amatrice area Lazio.

Wilayah yang terpengaruh gempa termasuk Lazio, Abruzzo dan Marche, bahkan ibukota Roma yang berjarak 100 km pun dapat merasakan guncangannya.

Seorang warga kepada Reuters mengatakan, “Cuaca di luar sangat dingin dan angin juga berembus kencang, kita benar-benar ketakutan. Gempa seakan tidak berakhir membuat kita semua gemetaran.”

Seorang pekerja hotel bernama Guiseppe Di Felice kepada stasiun TV Italia Rai mengatakan bahwa warga tidak bisa keluar rumah, “Situasi jadi mengerikan”.

Namun hingga saat ini belum terdapat laporan korban yang terjadi.

Hujan salju sudah turun terus menerus selama 36 jam di daerah Amatrice dan Norcia sebelum gempa terjadi. Kabarnya, tumpukan salju yang menutupi jalan-jalan ikut menjadi penghalang bagi layanan darurat yang berusaha menuju lokasi yang terkena gempa. Bahkan di sejumlah tempat muncul peringatan longsoran salju yang membahayakan.

“Ini adalah sebuah bencana besar.”

Pemimpin daerah Marche, Luca Ceriscioli mengatakan bahwa gempa dan hujan besar salju telah membuat tanah longsor di sejumlah tempat dan terputusnya aliran listrik ke rumah para warga.

Gempa juga membuat beberapa desa terisolir karena jalanan menuju ke sana tertutup salju tebal dan pohon-pohon yang tumbang.

“Ini adalah sebuah bencana besar,” kata Luca Ceriscioli.

Gempa dan salju yang terus menerus turun selama beberapa hari ini membuat kesulitan besar terutama di perjalanan.

“Padamnya aliran listrik di ribuan rumah warga juga membuat masalah besar, di mana mereka bisa berdiam?” kata Luca.

Menurutnya yang menjadi prioritas sekarang adalah bagaimana caranya untuk membawa mereka keluar dari lokasi itu menuju tempat yang aman.

Ia menyerukan mobilisasi bantuan, meminta militer, masyarakat dan pemerintahan yang berada di luar lokasi gempa untuk berpartisipasi dalam membantu membersihkan jalan-jalan dan memulihkan aliran listrik untuk warga.

Sampai saat ini, murid-murid di sekolahan yang paling parah terkena gempa sudah dievakuasi, dan demi keamanan, sistem transportasi bawah tanah di Roma sudah dihentikan untuk sementara waktu.

Presiden Komisaris Uni Eropa Juncker menyampaikan rasa empati kepada pemerintah dan rakyat Italia. Ia juga telah mengirim Komisi Urusan Kemanusiaan menuju Italia untuk mengkoordinasikan bantuan yang dibutuhkan.

“Kita akan berupaya untuk memberikan bantuan tenaga dan peralatan kepada Italia, karena menurut kami bahwa sama halnya dengan saat kita harus menghadapi masalah pengungsian (masyarakat Timteng), kita pun tak bisa begitu saja mengabaikan bantuan buat masyarakat Italia,” kata Juncker.

“Gempa di Italia sama saja dengan gempa yang terjadi di Eropa, begitulah pandangan dan pemikiran saya menghadapi masalah tersebut,” tambahnya.

Sejumlah gempa bumi berkekuatan besar kecil juga telah mengguncang Italia tengah selama bulan Agustus hingga Oktober tahun lalu. Salah satu gempa kuat telah merenggut ratusan nyawa warga di sana, dan pembangunan kembali bangunan yang rusak itupun masih berlangsung sampai saat ini. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular