Kisah nyata ini menceritakan tentang kebaikan yang dilakukan Jendral Eisenhower sehingga lolos dari tangkapan tentara NAZI sewaktu Perang Dunia Kedua.

Mark Twain pernah berkata, “Kebaikan adalah hal yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat oleh orang buta.”

Lao Tzu menulis, “Kebaikan dalam kata-kata menciptakan keyakinan, kebaikan dalam berpikir menciptakan kebesaran hati, kebaikan dalam tindakan menciptakan cinta. ”

Cerita kebaikan telah banyak diperdengarkan sepanjang sejarah sejak zaman kuno, tapi mari kita baca cerita berikut dari era modern kita, yang membantu membentuk dunia sejarah.

Selama Perang Dunia II, Jenderal Eisenhower, Panglima perang di Eropa, sedang berada di Perancis, dan dia harus kembali ke markas untuk pertemuan darurat. Saat itu adalah hari di musim dingin dengan badai salju hebat yang turun dari langit. Saat dalam perjalanan, dari mobilnya ia melihat sepasang kakek-nenek yang menggigil di pinggir jalan.

Dia segera memerintahkan penerjemah untuk menanyakan kondisi pasangan tua tersebut. Salah satu stafnya mengingatkan Eisenhower bahwa mereka harus kembali tepat waktu untuk pertemuan darurat tersebut dan hal-hal seperti ini bisa diserahkan kepada polisi setempat. Namun, Eisenhower menegaskan bahwa pada saat polisi tiba, pasangan tua tersebut mungkin sudah membeku sampai mati.

Pasangan tua tersebut menjelaskan bahwa mereka mengemudi ke Paris untuk tinggal bersama anak mereka, tetapi mobil mereka rusak saat dalam perjalanan. Saat itu gelap dan tidak ada kota terlihat, sehingga pasangan itu terjebak. Eisenhower mendengar cerita mereka dan mengundang mereka ke dalam mobilnya. Setelah mereka sampai di rumah anaknya di Paris, ia kemudian bergegas kembali ke markas.

Eisenhower tidak pernah berpikir bahwa perbuatan baik yang ia lakukan akan bernilai begitu tinggi. Kebaikan yang ia lakukan terbayar lunas dengan mahal dan cepat. Hal itu diketahui kemudian bahwa Jerman telah merencanakan untuk menyergap dan membunuh Eisenhower dalam perjalanan kembali ke markas. Tentara Nazi sedang menunggu dia. Tentu saja, ketika Eisenhower membawa pasangan tua itu ke Paris, ia mengubah rutenya.

Jika dia tidak melakukannya, ia tidak akan memiliki kesempatan untuk menghindari pembunuhan itu. Jika Eisenhower telah disergap dan dibunuh, seluruh sejarah Perang Dunia II akan menjadi berubah.

Victor Hugo mengatakan, “Kebaikan adalah harta langka dalam sejarah dan orang baik adalah agung.” Dengan kebaikan dalam hati, seseorang hidup dengan sukacita dan kebahagiaan; jiwa menjadi lebih tenang. (erabaru.net/Dpr)

Share

Video Popular