CIA Merilis 13 Juta Lembar Dokumen Rahasia Meliputi Isu UFO

702
Markas Besar CIA di Langley, Virginia, AS. (Getty Images)

Oleh Zhang Bingkai

Badan Intelijen Pusat Amerika untuk pertama kalinya merilis secara on-line 13 juta lembar dokumen yang diklasifikasikan sebagai file asli yang dirahasiakan. Ada berita singkat intelijen, makalah penelitian, laporan eksperimen psikologi serta laporan saksi mata UFO.

Laporan BBC pada Rabu (18/1/2017)  menyebutkan bahwa CIA akhirnya bersedia merilis 800.000 dokumen yang terdiri dari 13 juta halaman file yang selama ini dirahasiakan berkat upaya panjang dari para pendukung kebebasan informasi termasuk rencana untuk menggugat CIA.

Dokumen rahasia yang dibuka itu meliputi file DR. Henry Kissinger (saat ia menjabat sebagai Sekretaris Negara AS pada era presiden Richard Nixon dan Gerald Ford), ratusan ribu halaman tentang analisa intelijen serta laporan kemajuan ilmu pengetahuan dan hasil penelitiannya.

Di antara dokumen itu terdapat sebuah catatan yang dibuat pada 19 Agustus 1968 tentang lapran saksi mata 7 buah UFO yang muncul dalam waktu bersamaan di Tiongkok propinsi Fujian, (koordinat geografis 2600N/11800E), provinsi Jiangxi (2800N/11600E) dan provinsi Guangdong (2300N/11300E) pada 17 Juli 1968.

2 buah pesawat tempur buatan Uni Soviet yang dimiliki Angkatan Udara Tiongkok kemudian diluncurkan dari pangkalan udara Xingchen (Hsin-Ch’eng) untuk melakukan penghalauan, tetapi tidak berhasil.

Dokumen rahasia yang masuk sudah dapat dirilis yaitu laporan hasil investigasi dan analisa tentang UFO pada 1953 yang dibuat pada 7 Agustus 2001 menggambarkan bahwa UFO yang muncul pada 2 Juli 1952 di atas langit Tremonton dan 15 Agustus 1950 di Great Falls, Montana itu tidak mengancam keamanan nasional.

Disebutkan bahwa bola-bola bercahaya (UFO) itu pun sering muncul di langit Eropa dan medan perang Timur Jauh ketika Perang Dunia Kedua masih berkobar. Jadi hal itu bisa diklasifikasikan sebagai fenomena elektrostatik atau elektromagnetik, meskipun tidak diketahui bagaimana terjadinya.

Catatan menyebutkan, karena laporan saksi mata tidak jelas, kurang memiliki data ilmiah, sehingga dimasukkan sebagai file berlevel rendah. Tidak seorang pun dari tim ilmuwan yang percaya bahwa hal itu berhubungan dengan makluk luar angkasa.

CNN dalam pemberitaannya pada 18 Januari menyebutkan bahwa dokumen-dokumen rahasia yang dirilis CIA itu tidak ada yang ‘berbau’ baru, begitu pula banyak isi tulisan, gambar di dalamnya yang sudah dihitamkan atau ditutupi.

Juru bicara CIA Heather Fritz Horniak menjelaskan, “Dokumen-dokumen yang merekam kejadian dalam perjalanan waktu itu dirilis tanpa melalui penyaringan terlebih dahulu, jadi yang baik dan buruk semua sudah kita tuangkan.”

Ia juga mengatakan bahwa bagian dalam dokumen-dokumen rahasia yang cenderang bisa membahayakan keamanan nasional memang sengaja ditutupi. (Sinatra/rmat)