Pikiran Lurus dapat Mengubah Keadaan

275
Di jaman Tiongkok kuno ada seorang pria yang selalu iri hati dan tidak tahan melihat orang lain mendapatkan keberuntungan. Akibatnya, hal buruk terjadi padanya. Saat ia berhenti menjadi iri hati dan mulai melakukan perbuatan baik, hidupnya mulai berubah.

 

Jiang Yuan adalah seorang pejabat di negara bagian Song di masa Dinasti Zhou. Ia memiliki sepuluh anak, satu orang bongkok, tiga orang berkaki cacat, satu gila, satu memiliki keterbelakangan mental, satu tuli, satu buta dan satu gagu. Yang terakhir meninggal di penjara.

Seorang pria bernama Zigao bertanya padanya, “Apa yang telah kamu perbuat sehingga bernasib begitu buruk?”

Jiang yakin ia tidak pernah melakukan sesuatu yang sangat buruk dalam hidupnya.

“Mungkin, saya selalu merasa iri hati. Saya selalu iri hati kepada orang-orang yang lebih baik dari saya. Saya gembira jika dipuji. Saya menaruh curiga saat mendengar orang-orang melakukan kebaikan dan mudah goyah saat mendengar kejahatan. Saya merasa marah atau kesal jika orang lain memperoleh sesuatu; saya gembira bila orang lain menderita.”

Zigao mendesah.

“Pikiranmu melenceng! Ini akan menyebabkan keluargamu hancur. Dewa-dewa dapat melihat hati seseorang. Jika kamu bisa mengubah cara pikirmu dan benar-benar berbelas kasih, keadaan akan berubah. Sekarang belum terlambat,” kata Zigao.

Jiang mengingat nasihat itu dan berhenti menjadi iri hati. Ia mulai mempromosikan orang-orang yang memeliki bakat dan kecakapan. Dalam beberapa tahun, anak-anaknya sembuh.

Iri hati berasal dari pikiran yang sempit dan egois. Membuatmu merasa kesal dan marah saat orang lain melakukan lebih baik dari kamu dan mendorong kamu untuk memfitnah dan menyakiti orang lain. Pasti akan ada akibatnya.

Jadikanlah Jiang Yuan sebagai contoh. Iri hatinya mencelakan jiwa anak-anaknya. Setelah ia mengubah pikirannya, kesulitannya hilang dan keluarganya menjadi bahagia.

Orang harus tahu bagaimana menghormati dan merangkul orang lain. Begitulah bagaimana kamu benar-benar memperlakukan orang lain dengan baik.

Seperti yang dikatakan dalam The Classic of Change, “Sebuah keluarga yang melakukan banyak kebaikan akan mendapatkan berkah.”

Kisah ini diadaptasi dari kisah klasik Tiongkok, De Yu Gu Jian (Ancient Stories for Moral Education (Kisah Kuno untuk Pendidikan Moral))