Baru-baru ini pejabat diplomat militer AS dan Korea Selatan mengungkapkan bahwa kedua rudal balistik antar benua Korea Utara sudah berada dalam keadaan siap diluncurkan. Tinggal tergantung kapan diinginkan oleh pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un. Karena itu, militer Korea Selatan kini dalam keadaan siaga tinggi.

Media Korea Selatan ‘Yonhap’ memberitakan bahwa kedua senjata rudal yang siap diluncurkan tersebut mungkin adalah ICBM (rudal balistik antar benua) yang dimaksudkan oleh Kim Jong-un dalam pidato menyambut tahun baru 2017.

Analisa pejabat Korea Selatan menunjukkan bahwa uji luncur rudal baru tersebut besar kemungkinan merupakan provokasi terhadap Trump yang pada 20 Januari akan dilantik menjadi presiden AS.

Laporan mengutip hasil penelitian yang dilakukan pihak AS bersama Korea Selatan menyebutkan, kedua rudal tersebut masing-masing menggunakan 2 rangkaian roket sebagai tenaga pendorong dan dengan panjang tubuh keseluruhan yang tidak melebihi 15 meter. Memiliki ukuran lebih pendek daripada rudal KN-08 (19 – 20 meter) dan tipe yang sama ini setelah dimodifikasi (17 – 18 meter).

Para pakar militer percaya bahwa rudal jenis baru yang dikembangkan Korut itu semestinya adalah rudal balistik antar benua yang menggunakan mesin penggerak berkekuatan tinggi yang pernah disampaikan oleh pihak berwenang Korut pada 9 April tahun lalu.

Laporan mengutip penjelasan Guru Besar Kyungnam University Korea Selatan Kim Dong-yeop mengatakan bahwa karena komposisi bahan bakar cair yang digunakan pada roket pendorong rankaian pertama, dan alasan Korut hanya menggunakan satu roket pendorong dalam uji peluncuran tersebut, maka rudal balistik itu hanya mampu menjangkau sasaran di bawah 5.500 km, tetapi mereka sudah akan menyebut bahwa uji coba itu berhasil.

Pejabat kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam konferensi pers yang diadakan di Departemen Pertahanan mengatakan, uji coba peluncuran rudal sewaktu-waktu bisa dilakukan Korea Utara, tergantung instruksi Kim Jong-un. Oleh karena itu, militer Korea Selatan perlu bersiaga tinggi.

Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan bukti konkret kapan rudal balistik tersebut akan diujicobakan, dan belum dapat mengkonfirmasikan apakah Korut telah mengembangkan jenis baru dari rudal balistik antar benua.

Selain itu, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam konferensi pers itu juga mengatakan, “Korea Utara siap sewaktu-waktu untuk melakukan provokasi, tergantung kapan pemimpin tertinggi negara itu menginginkan”.

Namun, pejabat tersebut tidak langsung menjawab wartawan yang menanyakan soal apakah Korut sudah menyelesaikan rangkaian persiapan peluncuran ICBM. (NTDTV/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular