Para pakar merancang permukiman atau kota mengapung. Proyek kota terapung pertama di dunia ini, tak lama lagi akan terwujud di Pulau Tahiti, Polinisia Prancis. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada 2019 mendatang.

Pemerintah Polinesia Prancis telah menandatangi kesepakatan dengan Institut Seasteading, California, Amerika Serikat untuk memulai proyek pembangunan kota terapung itu di Pulau Tahiti, Pasifik Selatan.

Melansir laman Science Alert, (19/1/2017), Institut Seasteading pada 16 Januari lalu menyatakan bahwa Pemerintah Polinesia telah menandatangani perjanjian resmi di Seasteading Institute, membuat payung hukum terkait Floating Island Project.


Konsep kota terapung dari “Seasteading Institute” mengatakan dalam pernyataannya, “Proyek tersebut dirancang untuk mengatasi terus naiknya permukaan air laut, dan mendorong pengembangan teknologi dan ekonomi.” (Video screenshot)

Dua tahun lalu, Polinesia Prancis, negara di Pasifik selatan yang terdiri dari 118 pulau, tertarik dengan proyek kota terapung itu karena mereka berisiko menghadapi kenaikan air laut yang semakin memprihatinkan. Konsep kota terapung dari Seasteading Institute.

Saat ini, Polinesia Prancis sedang menyusun undang-undang dan peraturan terkait kota terapung, yang direncanakan selesai tahun depan. Proyek pembangunan kota terapung juga diperkirakan akan selesai pada 2019 mendatang.

Konsep kota terapung dari Seasteading Institute. (video screenshot)

Seasteading Institute menggambarkan proyek tersebut dalam laporan penilaian yang dirilisnya, perusahaan konstruksi Deltasync asal Belanda yang terlibat dalam proyek kota apung tersebut merancang kota terapung itu dengan platform beton bertulang empat persegi panjang dan pentagonal. Panjang dan ketebalan rata-rata 50 meter, biaya masing-masing platform sekitar $ 15 juta, yang dapat menampung 20 sampai 30 warga. Konsep kota terapung Seasteading Institute.

Seasteading ingin mendorong pembangunan yang lebih efisien dan mengembangkan model yang bisa diterapkan di seluruh dunia. Ke depannya, kota terapung yang dibangun Seasteading akan menampung jutaan penduduk dunia pada 2050.

Sementara itu, menurut mantan Menteri Pariwisata Polinesia Marc Collins, ada yang bersikap negatif terhadap proyek kota apung ini.

“Tahiti tidak suka dengan proyek metropolis yang ambisius ini, dan akan ada banyak orang yang menentangnya,” katanya kepada The Guardian. (Epochtimes/ Ye Zi-wei/joni/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=Cju7HnyJA8k&feature=youtu.be

Share
Kategori: Headline SERBA SERBI

Video Popular