Oleh: Zhou Xiaohui

Setelah mengumumkan banyak anggota nominasi kabinet, belakangan ini presiden terpilih Donald John Trump mencalonkan Jared Corey Kushner (36) sebagai penasehat senior Gedung Putih untuk menangani masalah perjanjian perdagangan, Timur Tengah dan lain-lain.

Walau menurut undang-undang anti nepotisme Amerika Serikat, masih terjadi pro-kontra terhadap penunjukan tersebut, namun melihat situasi dan kondisi dewasa ini, kemungkinan untuk mencoretnya tidaklah besar.

Apa saja kebajikan dan kemampuan yang dimiliki Kushner yang masih muda ini sehingga ia dipandang pantas menduduki jabatan itu?

Sesungguhnya dipandang dari status, latar belakang, performance, temperamen, kepribadian, atau prestasi dan pikirannya, Kushner betul-betul tidak dapat dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Berbicara tentang status dan latar belakangnya, ia tidak hanya sebagai suami putri sulung Trump Ivanka, juga seorang pengembang real estate utama di daerah pinggiran New York, dipandang sebagai seorang pebisnis berbakat. Ayah Kushner juga seorang bos real estate. Menurut perkiraan majalah Forbes, kekayaan pribadinya sekitar US$1.800 juta (24 triliun rupiah).

Berbicara tentang tampang dan temperamennya, dari foto babyface dan lesung pipi Kushner menunjukkan sebuah penampilan klasik yang “tinggi, kaya dan tampan”. Maka tidak heran Ivanka yang sama juga berparas cantik dan memiliki perangai yang kalem serta menguasai ilmu manajemen, langsung hatinya tertambat pada Kushner.

Seperti yang dia katakan ketika diwawancarai sebuah majalah, “Dapat menjumpai seorang pria New Jersey yang begitu baik, seorang yang benar-benar ramah, sungguh sangat tidak mudah, saya tidak menganggap semua itu sudah sewajarnya akan terjadi, itu sesungguhnya merupakan suatu keberuntungan!”

Itu sebabnya Ivanka telah mengubah kepercayaannya menjadi pemeluk agama Yahudi. Dua sejoli itu setelah menikah telah dikaruniai 3 orang anak.

Kepribadian Kushner bersifat tenang, mantap, low profile dan introvert, tutur katanya meyakinkan dan moderat, pandai mengendalikan diri, mengutamakan dan mencintai keluarga, bertanggung jawab dan mampu mengatasi masalah.

Tingkat peliputan dirinya oleh media kalah jauh dengan anggota keluarga Trump atau adiknya sendiri Joshua. Jika bukan karena Trump terpilih sebagai presiden, Jared Kushner mungkin juga tidak akan mendapat sorotan sinar blitz media sampai begitu intens.

Menurut pengungkapan media, sebuah kemampuan Kushner yang paling menonjol adalah tidak mudah marah.

“Jika terjadi hal buruk, dalam menghadapi orang-orang yang berdusta dan telah membohongi saya, maka saya tidak akan marah. Saya hanya mengingatkan diri sendiri, dikemudian hari jangan memberi kesempatan bekerjasama dengan orang itu. Saya mengfokuskan diri pada apa yang dapat saya lakukan dan bagaimana bertindaklanjut,” komen Kushner di media.

Ia beranggapan, perilaku orang lain tidak akan dapat kita kendalikan, satu-satunya yang dapat Anda kendalikan adalah bagaimana Anda menghadapinya.

Kushner merasa dirinya memiliki sebuah rumah tangga yang sangat indah.

“Orangtua saya telah memberikan saya sebuah lingkungan yang penuh dengan cinta kasih, dan dapat memberi saya kesempatan untuk berhubungan dengan berbagai hal yang berbeda. Mereka mengajarkan saya bagaimana pentingnya dapat membedakan hal-hal yang primer dan sekunder, tidak boleh menganggap semua yang kita miliki merupakan suatu kewajaran, harus dengan kemampuan sendiri untuk memporolehnya,” katanya. (tys/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular