Oleh: DR. Frank Tian, Xie

RRT mungkin menjadi pemenang terbesar, kesimpulan yang mengandung optimisme berlebihan dan kebanggaan luar biasa itu, terlihat sepertinya rendah hati, mengandung sedikit upaya mencoba, tapi juga sekaligus penegasan diri yang sangat jelas.

Kalimat ini telah menjadi slogan terbaru dalam proses pengembangan “soft power” rezim Partai Komunis Tiongkok/ PKT, juga menjadi penemuan terbaru kosa kata yang digunakan dalam propaganda PKT, sekaligus penampilan semangat kepandiran baru bagi Dinasti Merah.

Setiap ada sedikit pergerakan apa pun di tengah masyarakat internasional, mesin propaganda Dinasti Merah dan Wumao (para netizen yang direkrut/dibayar oleh PKT untuk membela dan menyebar-luaskan policy pemerintah) akan langsung mengusung kata-kata tersebut, “RRT mungkin akan menjadi pemenang terbesar”.

Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, dunia internasional memberikan sanksi pada Iran, dalam hal ini tidak ada alasan apa pun, tapi ada saja Wumao yang mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar”.

Lalu ketika Rusia menyerang Crimea, maka Eropa dan Amerika memberi sanksi, RRT tidak mempunyai hak suara, juga tidak mendapat keuntungan apa pun, tapi tetap saja ada Wumao mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar”. Ketika Amerika Serikat membangun sistem peringatan radar SADD di Korea Selatan, ini jelas-jelas untuk menghadapi PKT dan Korut, masih ada juga  Wumao yang mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar”.

Kemudian saat Trans-Pacific Partnership/ TPP dibentuk, ini juga jelas-jelas untuk mengasingkan PKT dan memaksa PKT untuk mencari rekan dagang lain. Vietnam adalah pemenang terbesar dalam hal ini, tapi lagi-lagi ada saja Wumao yang mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar”.

Ketika Trump terpilih dan TPP kandas, tidak ada kaitan hal ini dengan RRT yang tersingkirkan, ada yang mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar”. Pada saat survey oleh media massa AS memperkirakan Hillary akan menang pilpres, kata-kata “RRT adalah pemenang terbesar” kembali muncul.

Lalu saat Trump menang dan Hillary kalah, ada lagi yang mengatakan “RRT adalah pemenang terbesar” pokoknya, apa pun kejadiannya, RRT dipastikan adalah “pemenang terbesar”! Bagaimana pun baiknya perasaan, bagaimana pun menghibur diri, juga hanya sebatas itu.

Ketika harga minyak dunia anjlok pada 2014 menjadi di bawah USD 50 per barel, opini berpendapat bahwa RRT sebagai negara pengimpor minyak terbesar dunia akan menjadi “pemenang terbesar”. Tapi turunnya harga minyak dunia tidak menimbulkan stimulus apa pun dalam perekonomian RRT, tidak membantu peningkatan PDB RRT sebesar 0,5 – 1% yang diharapkan, terlebih lagi tidak membuat masyarakat Tiongkok bisa menikmati harga minyak yang murah.

Sebaliknya impor minyak yang murah justru masuk ke dalam kas strategis negara, menjadi modal untuk memperkaya diri kaum penguasa di kemudian hari. Apalagi RRT juga merupakan salah satu negara produsen minyak terbesar dunia, jika harga minyak anjlok maka keuntungan “PetroChina, Sinopec, CNOOC” akan terkikis. Jadi, RRT tidak menjadi “pemenang”, rakyat Tiongkok juga bukan pemenangnya. Tindakan PKT yang hanya mengutamakan kepentingan partainya saja, yang menang mungkin adalah “PKT” dan bukan “Tiongkok”.
Sebenarnya, persaingan antar negara sama halnya dengan persaingan antar orang, juga sama seperti ajang Olimpiade, hari ini menang, besok mungkin bisa kalah, tak ada kemenangan sejati, juga tak ada kekalahan abadi.

Menang sekarang, belum tentu akan menang selamanya. Hari ini mendapat keuntungan, besok mungkin akan kehilangan lebih besar. Tidak kehilangan tidak akan mendapatkan, ini adalah prinsip alam semesta. Contohnya tanah langka (REE/rare earth element) di Tiongkok, tadinya RRT berniat menguasai komoditi langka ini dengan mengendalikan harganya.

Namun  karena tidak mampu mengembangkan produk kelas tinggi, dan hanya mau menjegal pihak lain dalam memasok bahan baku ini, akhirnya merugikan orang lain dan diri sendiri pula, harga REE hancur, produk penggantinya muncul, akhirnya RRT tetap saja tertinggal dibandingkan negara lain. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular