Beberapa hari yang lalu, ketika sedang berbincang dengan teman-teman tentang keserasian berpakaian, seorang teman dengan sambil lalu menyinggung tentang warna sweater saya : Sweatermu yang warna hijau itu bagus juga, sangat serasi dipadukan dengan pakaian.

Saya mengernyitkan dahi dan sesaat itu tidak bisa membalasnya, karena saya sama sekali tidak punya sweater hijau. Saya suka warna hijau, tetapi tidak terbiasa mengenakan pakaian warna hijau. Di dalam lemari hanya ada sepotong jaket hijau, selain itu, pakaian saya tidak ada lagi yang berwarna hijau. Jadi, mendengar teman menyebut sweater warna hijau, saya pun bertanya padanya : Jangan-jangan kamu salah lihat ?

Tapi, teman saya dengan yakin mengatakan : Tidak, saya ingat betul, sudah bertahun-tahun kamu pakai, itu sweater dengan kerah yang tinggi itu. Semakin diceritakan tentang sweater, membuat saya semakin bingung, pasalnya saya benar-benar tidak ingat kapan pernah membeli sweater hijau. Saya kira, mungkin teman saya keliru mengingatnya, pakaian orang lain dikira saya yang pakai.

Pada akhir pekan, seorang teman itu menemui saya, saat itu saya sedang membereskan lemari, dan merapikan pakaian, dia duduk di samping sambil bicara dengan saya. Tiba-tiba, ia menunjuk sweater yang tergantung di lemari sambil mengatakan : Sweater itulah yang saya maksud tempo hari. Saya memandang sweater itu sekilas, dan seketika saya tidak tahu harus ketawa atau kesal, memangnya sweater itu warna hijau, jelas-jelas itu warnanya abu-abu.

Saya tanya sama teman, bagaimana ceritanya sweater warna abu-abu itu kamu bilang hijau ? Ini jelas-jelas  hijau gelap. Memangnya salah kalau diklasifikasikan dalam warna hijau? Jawabnya tegas.

Saya menatap sweater itu, sudah bertahun-tahun sweater ini saya pakai, dan untuk pertama kalinya saya mengamati dengan seksama sweater ini. Memang, meskipun warnanya abu-abu, tapi samar-samar terlihat setitik-kombinasi  hijau gelap. Di mata saya, setitik hijau gelap itu sebenarnya bisa diabaikan ; Tapi di mata teman, sweater itu tampak keren justru terletak pada setitik (kombinasi) warna hijaunya.

Begitu sangat jauh berbedanya persepsi kita terhadap warna sepotong pakaian yang sama. Jawaban yang sama sekali tidak sama, tapi masuk akal. Hanya sepotong pakaian saja sudah begitu pandangannya, lantas bagaimana dengan jagad raya yang berwarna warni ini, lebih kompleks dan berlapis-lapis. Satu dunia yang sama, tapi di mata orang yang berbeda itu tidak sama pandangannya. Setiap orang memiliki pengamatan dan kesimpulannya masing-masing, yang bisa dengan mudah menganggap bahwa apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri itulah yang paling benar. Namun, segala sesuatu yang kita lihat itu acapkali hanya disatu sisi saja, jadi ketika Anda mendengar pandangan yang berbeda, tidak perlu buru-buru menyangkalnya, hal-hal yang belum bisa kita pahami sementara itu mungkin hanya sisi lain dari dunia yang kita saksikan. (Epochtimes/ Qing Song /Jhn)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular