- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Beberapa Model Jatuhnya Partai Komunis Tiongkok (1)

Rezim otoriter Tiongkok kini sudah masuk perangkap kesulitan yang amat sangat dalam. Membubarkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari situasi itu. Demikian hasil analisa dari sejumlah pakar.

Baru-baru ini sebuah artikel tentang beberapa kondisi yang dapat menyebabkan partai otoriter di Tiongkok itu jatuh dirilis oleh seorang netizen. Ia menunjukkan beberapa cara kemungkinan PKT jatuh, dan transisi kekuasaan secara damai ala Uni Soviet, atau kudeta karena meruncingnya perselisihan antara pemimpin tingkat atas di Tiongkok, maupun kudeta yang digerakkan oleh militer dianggap sebagai potensi paling tinggi terjadi.

Artikel berjudul “Langkah Percaturan : PKT akan Jatuh lewat n Model” yang ditulis oleh netizen bernama samaran ‘Bashan Laolang’ menyebutkan bahwa partai berwarna merah darah yang sudah bercokol lebih dari 67 tahun di Tiongkok itu, terus melakukan penjarahan harta kekayaan dan membunuh jutaan orang rakyat Tiongkok.

Oleh karena itu, langit dan bumi  tidak akan mentolerir partai demikian untuk hidup lebih lama. Seorang ahli nujum yang pernah membuat ramalan terhadap nasib sejumlah negara totaliter menyebutkan bahwa negara-negara yang menganut sistem kepemimpinan otoriter itu tidak akan hidup lebih lama dari 70 tahun.

Jika demikian, maka sistem kepemimpinan tersebut yang masih dianut Korea Utara dan Tiongkok yang kini sudah mendekati 70 tahun berarti sudah mendekati waktu ajalnya.

Penulis melalui perangkat lunak Sandbox menunjukkan beberapa langkah percaturan yang membuat PKT gulung tikar, antara lain yakni penyerahan kekuasaan secara damai ala Uni Soviet dahulu, model Rumania, Irak, Tunisia atau terjadi kudeta baik yang diakibatkan oleh meruncingnya perselisihan pemimpin tingkat atas PKT atau kudeta yang digerakkan oleh militer Tiongkok.

Di antaranya, model Uni Soviet, kudeta yang diakibatkan oleh perselisihan tajam para senior dan gerakan militer merupakan 3 kemungkinan yang paling berpotensi terjadi.

Redaksi Umum majalah berbahasa Mandarin di AS ‘China Affairs’, Wu Fan dalam keterangannya mengatakan, “PKT sekarang terus melangkah di atas jalan menuju kematiannya. Mereka sendiri saja sekarang terus berteriak untuk mempertahankan kekuasaan, sampai dalam rapat bidang politik PKT yang diadakan 2 hari lalu pun memutuskan hal tersebut sebagai prioritas utama untuk dilakukan. Namun demikian, siapa sesungguhnya yang mampu melindungi kekuasaan tidak terlepas dari tangan PKT? Karena musuh atau ancaman paling besar yang paling merongrong kekuasaan mereka itu datang dari dalam diri organisasi tersebut.”

Analisa menunjukkan bahwa rezim otoriter Tiongkok kini sudah masuk perangkap kesulitan yang amat sangat dalam  melanjutkan perkembangan. Karena perpecahan yang serius, KKN dan ketidakadilan sosial terus memuncak memicu kebencian masyarakat terhadap sistem kepemimpinan otoriter yang diterapkan setelah PKT mengambil kekuasaan dari tangan Chiang Kaishek.

Apalagi baik Xi Jinping, Wang Qishan dan lainnya dalam berbagai kesempatan terus  mengingatkan kepada para birokrat soal ancaman punahnya Partai Komunis Tiongkok sudah berada di depan mata. (NTDTV/Sinatra/rmat)

BERSAMBUNG