Oleh: Zhou Yun

Dalam kegiatan kampanye putri sulungnya Ivanka Trump yang banyak berjasa bagi kemenangan Trump, oleh sejarawan keluarga nomor satu AS itu dianggap akan menjadi putri negara yang paling berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir di AS. Foto ketika Ivanka menerima wawancara dari ACB news pada16 Januari lalu. (Jeff Mitchell/Getty Images)

Menjelang dilantiknya Trump sebagai presiden, orang-orang yang selama ini menyoroti “keluarga nomor satu” di AS juga mulai mengalihkan perhatian mereka pada bakal “putri negara”. Putri sulung Trump yakni Ivanka Trump.

Sejarawan yang khusus meneliti “keluarga nomor satu” ini bahkan berani memperkirakan, Ivanka akan menjadi “putri negara” yang paling berpengaruh sepanjang sejarah AS, dengan kata lain paling mumpuni.

Bakal “Putri Negara” di Mata Keluarga dan Teman

Saat diwawancara CNN, kakak Ivanka yakni Don Trump Jr dan adiknya Eric Trump mengatakan, Trump sangat percaya pada Ivanka dan Ivanka juga tahu bagaimana harus berkomunikasi dengan sang ayah agar mau mendengarkan pendapatnya.

Kellyanne Conway, manajer kampanye Trump di akhir periode kampanye, mengibaratkan hubungan ayah dan putri ini sebagai hubungan dekat “yang tak dapat ditembus”, bahkan mengatakan Ivanka adalah suara yang mutlak harus ada di tengah kegiatan kampanye penting. Tidak hanya mengingatkan Trump agar tidak bertindak gegabah, juga membantu Trump mencarikan rekan kampanye terbaik yakni Mike Pence.

Dan sekarang, pengaruh semacam ini telah mulai memainkan peranannya pada pemerintahan baru Trump. Semasa kampanye Ivanka gencar mempromosikan penerapan kebijakan perlindungan dan pendidikan anak serta cuti melahirkan bagi ibu pekerja. Kini, dia telah mulai membentuk Persatuan Wanita pada Dewan Kongres AS untuk mewujudkan misi ini.

Tom Barrack, teman keluarga yang telah puluhan tahun bersahabat dengan Ivanka mengatakan, pengaruh Ivanka terletak pada spontanitasnya yang tidak bermotif tersembunyi.

Di tengah kehidupan bisnis dan politik Trump selama puluhan tahun, dia selalu menjadi suara yang special. Ivanka selalu lugas dan apa adanya dalam menyampaikan pendapatnya, dan tidak pernah mengatakan, “Papa, kuberikan pendapatku karena aku sayang pada Papa, aku ingin Papa berhasil, jadi Pada harus mendengarkan aku.”

Sosok Ivanka di Gedung Putih Menarik Perhatian

Walaupun sampai saat ini Ivanka belum mendapatkan suatu peran resmi di Gedung Putih, namun suaminya Jared Kushner telah diangkat sebagai penasihat senior Gedung Putih, dan akan “bekerjasama dengan erat” dengan calon Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus serta penasihat bernama Steve Bannon.

Namun Ivanka juga telah melakukan persiapan untuk memasuki Gedung Putih. Hari Rabu lalu di akun Facebook dia merilis pernyataan yang mengatakan, dia tidak hanya akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai wakil CEO pada Trump Group, tapi juga akan menyerahkan bisnis merek busana miliknya untuk ditangani oleh orang lain.

Hal itu dimaksudkan agar selama ia membantu sang ayah di ibukota beberapa tahun mendatang tidak dicurigai oleh pihak luar akan timbul konflik kepentingan. Di sisi lain, juga untuk memperbesar kemungkinan memasuki Gedung Putih untuk profesi pejabat pemerintah.

Sebagai ibu dari tiga orang anak, Ivanka mengatakan, dia berencana akan mulai “libur” setelah sang ayah resmi dilantik, untuk membantu ketiga anaknya menyesuaikan diri dengan suasana dan lingkungan baru di ibukota.

Di saat yang sama, Melania, istri Trump, berencana menetap di New York sedikitnya 6 bulan, menantikan putra bungsunya Barron yang sedang menyelesaikan pelajaran tahun ajaran ini, setelah itu baru akan hijrah ke ibukota untuk berkumpul bersama Trump. Oleh karena itu, perhatian dunia luar/media terhadap Ivanka jika dibandingkan dengan “first lady” sepertinya “first daughter” bakal memperoleh sorotan yang berlebih. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular