BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan gempa 5.1 SR di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/1/2017) disebabkan oleh aktivitas zona megathrust yang merupakan bagian dari zona subduksi.

“Zona subduksi membentang di sebelah selatan Pulau Jawa, dan terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudera Indo – Australia,” tulis keterangannya PVMBG.

PVMBG menyebut belum dilaporkan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi tersebut. Skala intensitas gempa bumi di daerah yang terletak dekat dengan pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas gempabumi III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Atas kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Masyarakat diminta tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang energinya lebih kecil dari kejadian gempa bumi utama. Menurut PVMBG, kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena tidak terjadi deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 13:12:15 WIB, pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 8,5°LS dan 105,87°BT dengan magnitudo 5,1 SR (Skala Richter) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 204,4 km barat daya Kota Sukabumi.

Menurut data GFZ Potsdam Jerman, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,79°LS dan 105,8°BT dengan magnitudo 5,2 Mw (moment magnitude) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 234,8 km barat daya Kota Sukabumi. (asr)

Share

Video Popular