Ketika terjadi masalah antar teman, anak perempuan seringkali dilanda dilema, muram ; Saat menghadapi orang tua yang tidak memahami dan mendukungnya, dimana meskipun anak perempuan tida bisa berontak, mereka akan memendam kegalauannya dalam hati. Ketika menemui kesulitan dalam studi dan rutinitas sehari-hari, anak perempuan yang rapuh secara batin dan fisik yang lebih lemah acapkali lebih tak tahan dengan beban berat (masalah pelik yang dihadapi), dan gampang menyerah.

Dengan demikian, adalah hal yang sangat berbahaya jika bad mood yang terhimpun itu tidak bisa dicurahkan dan dipecahkan, karena itu, tugas orang tua juga menjadi lebih sulit, tidak hanya harus memperhatikan pertumbuhan fisik anak perempuannya, tetapi juga perlu membimbingnya menumpahkan perasaan batinnya, supaya bisa tumbuh sehat secara rohani dan jasmani.

Kalau begitu, bimbingan seperti apa yang perlu dilakukan orang tua, agar bisa membantunya segera menyingkirkan emosi negatif tersebut? Caranya sangat sederhana : Sering-seringlah bicara dari hati ke hati dengan putri Anda!

Berbicara dari hati ke hati tidak sama dengan perbincangan biasa atau obrolan sehari-hari, ngobrol atau perbincangan biasa adalah komunikasi yang santai, dan lepas, sementara bicara dari hati ke hati itu adalah bimbingan orang tua kepada anak-anak dari sudut emosional dan psikologis, agar bisa segera menyelesaikan emosi negatif anak perempuannya.

Jika ngobrol adalah cara komunikasi yang biasa sederhana, maka bicara dari hati ke hati itu adalah semacam komunikasi yang lebih mendalam antara batin.

Seorang pengusaha perempuan yang sukses mengenang kembali masa lalunya : “Sesuatu yang paling mengesankan saya, adalah setiap kali mengalami kesulitan, ibu saya selalu secara aktif berbicara dengan saya dari hati ke hati. Ia biasanya akan berbaring di atas kasur bersama saya sambil bergandengan tangan. Banyak sudah topik yang pernah kami bicarakan bersama, misalnya tentang persahabatan, tekad, pilihan, perselisihan, akal budi dan sebagainya. Setiap setelah usai bicara dari hati ke hati dengan ibu, saya selalu merasa sekujur tubuh saya dipenuhi dengan kekuatan. Sampai sekarang, masih hangat dalam benak saya suasana ibu dan saya yang bergandengan tangan sambil rebahan di tempat tidur.”

Ya, begitulah anak perempuan yang teliti itu tumbuh besar. Setiap saat bicara dari hati ke hati dengan ibu, anak perempuan itu belajar percaya diri, optimisme, tegar, dan secara lebih aktif berupaya mewujudkan cita-citanya.

Banyak fakta membuktikan, bahwa anak perempuan yang sering berbicara dari hati ke hati dengan orang tua, bukan saja menjadi lebih cakap dalam berurusan dengan orang lain, tekadnya juga semakin kuat, dan hubungan antara orang tua juga cenderung lebih akrab.

Bagi orang tua, bukanlah sesuatu yang sulit bicara dari hati ke hati dengan anak perempuan. Meskipun dunia batin anak perempuan itu penuh warna dan sulit diduga, tetapi mereka selalu bersedia untuk mengungkapkan pemikiranya secara terbuka kepada orant tuanya. Selama Anda singkirkan jauh-jauh keangkuhan Anda selaku kepala keluarga, luangkan waktu yang tepat, dan bicarakan dari hati ke hati layaknya sahabat karib dengan anak perempuan Anda, maka Anda akan tertarik dengan cara atau gaya komunikasi seperti ini.

Bicara dari hati ke hati pada waktu yang tepat

Berbicara dari hati ke hati , perlu membuat anak-anak mendengarkan dengan serius, dan seksama memahami pembicaraan orang tua, dan melakukannya sesuai dengan anjuran orang tua. Jadi, ketika anak perempuan Anda mengerjakan PR sekolah atau main game, sebaiknya jangan bicarakan dari hati ke hati dengannya. Karena acapkali akan menghasilkan efek yang tidak baik berbicara dengannya saat ia fokus pada tugas sekolah atau permainannya.

Kalau begitu, kapan waktu yang tepat berbicara dari hati ke hati dengan anak ? Pada umumnya, saat anak-anak paling bersemangat hendak berbicara dengan orang tua, maka pada saat demikian orang tua harus memanfaatkan kesempatan ini, untuk memahami lebih lanjut tentang keadaan mereka. Selain itu, waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati ketika ia menemui kesulitan, kekecewaan dan ketika melihat perilakunya yang buruk, serta suasana hatinya yang labil.

Ketika bicara dari hati ke hati, orang tua harus mendengarkannya dengan seksama (serius)

Ada seorang gadis berusia sembilan tahun yang mengeluh : “Benar-benar membosankan bicara dari hati ke hati dengan orang tua, mereka selalu mendengarkan saya bicara sambil melakukan hal lain, matanya tidak pernah melihat saya, kadang-kadang saya tidak tahu apa mereka mendengarkan saya bicara atau tidak.

Memang, jika sikap orang tua selalu terlihat tidak fokus saat berbicara dengan anak-anak, hal ini acapkali akan memicu kekesalan mereka yang memiliki rasa harga diri yang kuat, sehingga membuat mereka menjadi enggan untuk berkomunikasi dan berbicara dengan orang tua. Kalau begitu, bagaimana baiknya sikap orang tua dalam mendengarkan mereka bicara?

Pertama, sikap mendengarkan harus benar :

1. “Stop”, “stop atau berhenti” disini adalah mengacu pada pekerjaan dan pikiran, yakni Anda selaku orang tuanya untuk sementara kesampingkan dulu pekerjaan dan hal-hal yang sedang dipikirkan, pusatkan perhatian Anda pada anak, berikan waktu dan ruang kepada anak-anak untuk mengungkapkan perasaannnya.

2. “Melihat”, yaitu mengamati dengan cermat ekspresi dari raut wajah anak, nada bicara dan tutur kata, gerak tubuh dan gerakan dari anggota tubuh lainnya serta informasi non-verbal lainnya.

3. “Mendengar”, yaitu mendengarkan dengan serius apa yang dibicarakan anak, sekaligus menuntun pemikiran dan perasaannya dengan kalimat pendek, misalnya “Apa kamu pikir guru tidak adil ya ?”, “Kamu marah karena difitnah ?” dan sebagainya.

Selain itu, harus menunjukkan minat dalam mendengarkan : Misalnya, gunakan bahasa yang sederhana ketika mendengarkan, sebagai contoh misalnya, “Wow, bagus sekali”, “Benarkah seperti itu”, “Apa yang kamu pikirkan sama seperti yang ayah/ibu pikirkan”, “Pemikiran kamu benar-benar bagus sekali,” “Ayo, lanjutkan” dan sebagainya untuk menyatakan ketertarikan Anda.

Pastikan bicarakan dari hati ke hati ketika anak perempua Anda mengalami kegagalan atau kekecewaan

Dalam proses perkembangan anak perempuan seringkali mengalami kesulitan, meskipun ini semua merupakan faktor yang mempercepat pertumbuhannya, tetapi bagaimanapun juga mereka (kesulitan/kekecewaan) akan memberi dampak negatif pada anak perempuan. Ketika anak-anak perempuan menghadapi kesulitan dan kegagalan, dimana jika orang tua bisa segera bicara dari hati ke hati dengan mereka, mendorong semangat mereka keluar dari kegagalan, sehingga dengan demikian, lama kelamaan, dapat membantu mereka menjadi lebih tegar, berani dan tangguh tidak mudah menyerah.

Bicarakan dari hati ke hati dengan anak perempuan Anda ketika ia mengalami kesulitan atau kegagalan, bukan saja bisa membuatnya menyadari akan kekurangannya/kelemahannya, tetapi juga bisa mendorong semangatnya, menggali potensi dan mengembangkan keunggulannya, mendorongnya tumbuh lebih cepat, dan sekaligus juga bisa menarik jarak lebih dekat antara Anda dengan anak-anak. (Epochtimes / Yun Xiao/Jhn)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular