Menurut Wu Fan, dalam 4 tahun terakhir ini, Gerakan Anti Korupsi 153 yang dicanangkan baik oleh Wang Qishan ataupun Xi Jinping telah membuat anggota partai itu kian terpecah belah. Beberapa koruptor terpaksa mengaku bahwa mereka memang orang-orang ambisius, berambisi untuk terus memegang tampuk pimpinan.

Sampai saat ini orang ambisius seperti ini masih banyak dan belum berhasil dihabisi. Jadi saling membunuh di antara orang-orang tersebut bisa saja menjadi salah satu variabel utama ambruknya PKT.

Ada beberapa model pembunuh yang dilakukan sesama anggota senior dalam internal PKT, tetapi yang menyolok yaitu dengan menggerakkan anggota militer.

Wu Fan menyatakan bahwa kudeta militer sudah disebutkan berkali-kali, dan mereka terus berjaga terhadap kudeta cara tersebut. Memang betul, tren ke arah itu sekarang semakin kentara. dan kudeta militer adalah cara yang paling efektif  dalam usaha untuk mematikan PKT. Setelah PKT bubar, pemerintah transisi sementara mengambil alih kekuasaan sampai sebuah pemerintahan baru yang demokrasi terbentuk.

Wu Fan percaya bahwa kesempatan Tiongkok berkembang baru akan muncul setelah rezim yang berkuasa berhasil memusnahkan partai itu, melalui model mana pun.

Jadi, dari perpektif sosial dapat dikatakan bahwa jika perekonomian terus menurun ditambah lagi dengan bencana alam yang menimpa, maka rakyat pasti akan bergolak. kerusuhan bisa terjadi. Walau insiden bentrok antara ribuan atau puluhan ribu warga sipil dengan polisi keamanan sudah berulang kali terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Namun sampai sekarang belum ada titik terang penyelesaiannya. Sementara itu, karena takut kehilangan kekuasaan, dengan kekuatan polisi saja sudah sulit diharapakan mampu mengendalikan situasi keamanan, maka militer dikerahkan, kekerasan dilakukan.

Melihat kondisi Tiongkok saat ini, Wu Fan berpendapat bahwa begitu kondisi sudah matang, PKT akan runtuh dengan sendirinya, entah melalui model yang mana.

Pada 2015, Pengacara HAM terkenal Tiongkok, Gao Zhisheng yang mengalami penindasan brutal PKT telah 2 kali meramalkan bahwa PKT bakan binasa pada 2017.

Mantan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Beijing, Yuan Hongbing percaya bahwa runtuhnya rezim komunis Tiongkok pada 2017 itu memiliki dasar yang nyata.

Menurut Yuan Hongbing, dengan melihat situasi politik Tiongkok sekarang, satu hal  yang dapat dipastikan adalah bahwa PKT akan menghadapi sebuah krisis politik yang  besar pada 2017. Alasannya ialah mereka akan menyelenggarakan Sidang Paripurna, sebuah pertemuan yang lebih cocok disebut sebagai pertemuan untuk merebut kekuasaan. Tentu saja juga merupakan puncak dari pertempuran untuk merebut kekuasaan dan menjadi saat-saat yang menentukan”.

Sebuah pertempuran sengit merebut kekuasaan melalui Sidang Paripurna akan kembali terjadi pada 2017. Dalam kondisi Pertumbuhan Domestik Bruto yang menurun, reformasi ekonomi tidak berjalan, ketidakadilan sosial semakin meningkat, perselisihan antara kedua kelompok cenderung menuju ke jalan ekstrem, ditambah lagi dengan isu-isu tentang etnis Uighur, Tibet, unjuk rasa warga Hongkong dan sebagainya. Tampaknya PKT akan sulit untuk melewati tahun ini. (NTDTV/Sinatra/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular